BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Naik Tipis hingga September 2026

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:00 WIB
BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Naik Tipis hingga September 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional untuk konsumsi pangan masyarakat sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 28,71 juta ton. Angka ini naik tipis 0,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, didukung oleh peningkatan produksi padi, luas panen, dan potensi pasokan pada triwulan ketiga.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan bahwa tren produksi beras masih positif. "Produksi beras sepanjang Januari sampai dengan September 2026 diperkirakan mencapai 28,71 juta ton, meningkat sebesar 0,01 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025," ujarnya dalam Berita Resmi Statistik BPS, Senin, 3 Agustus 2026.

Secara bulanan, produksi beras pada Juni 2026 diperkirakan mencapai 2,47 juta ton, naik 6,9 persen dibanding Juni 2025 yang sebesar 2,31 juta ton. Sementara itu, potensi produksi beras untuk periode Juli hingga September 2026 diproyeksikan mencapai 9,36 juta ton dan diharapkan menjadi penopang utama ketersediaan beras nasional pada triwulan ketiga.

Kenaikan proyeksi beras itu sejalan dengan peningkatan produksi padi. BPS memperkirakan produksi padi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 49,84 juta ton gabah kering giling (GKG), atau naik sekitar 0,01 juta ton dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Produksi padi sepanjang Januari sampai dengan September tahun 2026 diperkirakan mencapai 49,84 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,01 juta ton GKG dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025," kata Ateng.

Luas Panen dan Fase Tanam Jadi Penyangga

Dari sisi luas panen, BPS memperkirakan luas panen padi Januari hingga September 2026 mencapai 9,46 juta hektare, meningkat sekitar 0,11 persen dibanding periode yang sama 2025. Pada Juni 2026 saja, luas panen diperkirakan mencapai 0,84 juta hektare, naik 6,93 persen dibanding Juni tahun lalu. BPS juga mencatat potensi luas panen pada Juli hingga September 2026 mencapai 3,15 juta hektare.

Hasil pengamatan Kerangka Sampel Area pada Juni 2026 menunjukkan 40,27 persen lahan pertanian berada pada fase standing crop atau sedang ditanami padi. Ateng menjelaskan mayoritas tanaman padi dalam kelompok standing crop itu telah memasuki fase generatif sebesar 13,34 persen. Fase ini diperkirakan memasuki masa panen pada Juli 2026 sehingga berpotensi menopang produksi padi dan beras nasional pada triwulan ketiga.

Kementan Soroti Mitigasi Kekeringan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai proyeksi kenaikan produksi beras ini menunjukkan program percepatan produksi yang dijalankan pemerintah mulai memberi hasil. "Di tengah tantangan iklim, produksi pangan tidak boleh turun. Justru seluruh jajaran pertanian harus bergerak lebih cepat memastikan petani tetap berproduksi dengan optimal," ujar Amran.

Menurut Amran, Kementerian Pertanian mengantisipasi potensi kekeringan melalui percepatan luas tambah tanam, optimasi lahan, pompanisasi, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta pendampingan intensif di sentra produksi. Langkah itu disebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan air dan memastikan aktivitas budidaya tidak terganggu selama musim kemarau.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags