Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk pertukaran informasi dan intelijen untuk memerangi kejahatan transnasional. Kesepakatan ini diumumkan Presiden Prabowo Subianto dalam keterangan pers bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (3/8).
Prabowo menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kolaborasi dalam pemberantasan kejahatan lintas negara melalui langkah-langkah konkret. "Ke depan, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pertukaran informasi dan intelijen, kerja sama investigasi bersama, pelacakan aliran keuangan, serta koordinasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan kejahatan transnasional," ujarnya.
Selain itu, kedua negara mendukung pengembangan Transnational Referral Mechanism (TRM) sebagai mekanisme untuk mempercepat perlindungan korban kejahatan lintas negara. "Kami juga mendukung pengembangan TRM sebagai sebuah terobosan untuk mempercepat perlindungan, identifikasi, dan pemulangan korban kejahatan transnasional secara aman dan bermartabat," kata Prabowo.
Prabowo menambahkan, Indonesia dan Thailand sepakat mengoptimalkan berbagai forum kerja sama pertahanan dan keamanan yang telah berjalan. "Kami juga mendorong untuk terus mengoptimalkan mekanisme yang ada bagi penguatan kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk melalui Indonesia–Thailand High Level Committee dan Indonesia–Thailand Security Dialogue," pungkasnya.
Artikel Terkait
PM Thailand Minta Prabowo Awasi Investasi Negeri Gajah Putih di Indonesia
Indonesia dan Thailand Targetkan Perdagangan Bilateral USD20 Miliar pada 2030
Prabowo Terima Tanda Kehormatan dari Militer Thailand, Disebut Ikon yang Dikagumi Para Jenderal Muda
Indonesia-Thailand Targetkan Perdagangan USD 20 Miliar pada 2030