Indonesia-Thailand Targetkan Perdagangan USD 20 Miliar pada 2030

- Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB
Indonesia-Thailand Targetkan Perdagangan USD 20 Miliar pada 2030

Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dengan target nilai perdagangan bilateral mencapai USD 20 miliar pada 2030. Komitmen ini disampaikan dalam pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026-2030 sebagai pedoman untuk memperdalam hubungan di berbagai bidang. Roadmap ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai pada ASEAN Summit 2026 di Cebu, Filipina, Mei lalu, sekaligus perwujudan komitmen yang telah dibangun melalui mekanisme Leaders' Consultation sejak 2025.

"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar USD 20 miliar pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," ujar Prabowo.

Di bidang ekonomi, kedua negara sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat kemitraan antarpelaku usaha. Salah satu langkah konkret adalah pembentukan Joint Trade Commission, mekanisme bilateral pertama dalam sejarah hubungan Indonesia-Thailand yang akan mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus mengatasi hambatan perdagangan.

Prabowo menambahkan, kerja sama di bidang ketahanan pangan juga akan ditingkatkan, mencakup teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok. "Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok," imbuhnya.

Di sektor energi, kedua negara mendorong penyelenggaraan Indonesia-Thailand Energy Forum untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan. Selain itu, melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, mereka berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi.

"Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai industri halal regional dan global," lanjut Prabowo.

PM Charnvirakul menyambut baik komitmen tersebut. Ia optimistis terhadap prospek hubungan ekonomi kedua negara yang didukung oleh pasar dengan total penduduk sekitar 350 juta jiwa. Menurutnya, potensi itu perlu dimanfaatkan melalui kemudahan akses perdagangan dan investasi serta penguatan kemitraan sektor swasta.

"Kami sepakat bahwa Thailand dan Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral," kata PM Charnvirakul.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags