Prabowo Luruskan ke PM Thailand: Ibu Kota Indonesia Jakarta, Bukan Bali

- Senin, 03 Agustus 2026 | 20:15 WIB
Prabowo Luruskan ke PM Thailand: Ibu Kota Indonesia Jakarta, Bukan Bali

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/8/2026). Dalam pertemuan bilateral tersebut, Prabowo sempat meluruskan kesalahpahaman yang umum terjadi di kalangan warga asing mengenai ibu kota Indonesia.

Saat menyambut Anutin, Prabowo mengucapkan selamat datang dan menyinggung bahwa kunjungan ini merupakan yang pertama bagi Anutin ke Jakarta. Sebelumnya, Anutin pernah berkunjung ke Bali. Prabowo pun berkelakar bahwa banyak orang mengira Bali adalah ibu kota Indonesia.

"Selamat datang di Indonesia. Jadi, saya mengerti ini adalah kunjungan pertama Anda ke Jakarta? Ya. Meskipun Anda pernah ke Bali. Banyak orang mengira Bali adalah ibu kota Indonesia," kata Prabowo kepada Anutin.

Suasana pertemuan berlangsung hangat. Selain menyampaikan sambutan, Prabowo juga mengucapkan selamat kepada Anutin atas terpilihnya sebagai Perdana Menteri Kerajaan Thailand. Ia menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Thailand telah terjalin lama dan memiliki dasar yang kuat.

"Seperti yang Anda ketahui, hubungan antara Indonesia dan Thailand telah terjalin sejak lama. Kita memiliki hubungan yang sangat baik. Kita mungkin memiliki beberapa masalah komersial yang ingin kita selesaikan secepat mungkin dan sebaik mungkin," katanya.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk mempererat kerja sama kedua negara di berbagai sektor. Menurutnya, Indonesia dan Thailand memiliki fondasi hubungan yang kuat sebagai sesama negara anggota ASEAN dengan potensi ekonomi yang besar.

"Saya berharap dapat bekerja sama erat dengan Anda dan pemerintah Anda untuk lebih memperkuat kemitraan yang telah lama terjalin antara Thailand dan Indonesia. Saya pikir kita berdua memiliki ekonomi yang kuat sebagai bagian dari ASEAN," katanya.

Prabowo juga menyoroti sejumlah kesamaan yang dimiliki Indonesia dan Thailand, termasuk komoditas unggulan yang dapat menjadi modal untuk meningkatkan kerja sama ekonomi.

"Kita memiliki populasi yang signifikan dan kita memiliki komoditas umum yang kita miliki bersama, saya pikir. Karet, timah, dan banyak lainnya. Jadi saya sangat optimistis bahwa kita dapat meningkatkan hubungan kita di semua bidang," kata Prabowo.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags