Gary Lineker: Kehilangan Pekerjaan Tak Sebanding dengan Kehilangan Martabat

- Senin, 03 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Gary Lineker: Kehilangan Pekerjaan Tak Sebanding dengan Kehilangan Martabat

Legenda sepak bola Inggris, Gary Lineker, menegaskan bahwa membela Palestina jauh lebih penting daripada posisinya sebagai penyiar di BBC. Ia mengaku kehilangan pekerjaan bukanlah masalah selama ia tetap memegang prinsip.

"Kehilangan pekerjaan tidak penting bagi saya. Yang penting bagi saya adalah jika kehilangan martabat," kata Lineker dalam wawancara dengan program Palestine Deep Dive, bersama penyiar dan penulis Afua Hirsch.

Lineker, yang meraih Sepatu Emas Piala Dunia 1986 dengan enam gol, membahas konsekuensi pribadi yang ia alami setelah bersuara lantang tentang Palestina. Ia menyoroti tekanan dan kampanye hitam yang kerap dihadapi tokoh publik yang membela isu tersebut.

Diskusi tersebut juga mengupas mengapa banyak orang enggan berbicara terbuka tentang Palestina. Hirsch menegaskan bahwa intimidasi dirancang untuk membungkam mereka yang berani bersuara.

"Itu dirancang untuk mengintimidasi kita," ujar Hirsch. "Jika Anda berani melakukan apa yang telah dilakukan Gary dan berbicara… kami akan menemukan cara untuk menjatuhkan Anda."

Ia pun mempertanyakan tujuan memiliki platform publik jika tidak digunakan untuk memperjuangkan hal yang diyakini. "Apa gunanya memiliki platform jika Anda tidak menggunakannya untuk memperjuangkan sesuatu?" kata Hirsch.

Meski kontroversi menyelimuti kepergiannya dari BBC, Lineker merasa hidupnya justru lebih baik setelah berbicara. "Jika ini membantu orang-orang yang mungkin mempertimbangkan untuk berbicara lantang, sejak saya melakukannya, dan sejak saya menyelesaikan pekerjaan saya di BBC, hidup saya jauh lebih baik," ujarnya.

Galang donasi

Sebelumnya, Lineker bersama lebih dari 20 selebriti Inggris lainnya, seperti bintang Bridgerton Nicola Coughlan dan musisi Paloma Faith, melelang memorabilia pribadi untuk mengumpulkan dana bagi mahasiswa Palestina. Lelang bertajuk Beasiswa untuk Gaza itu diselenggarakan badan amal Phoenix Space dan berlangsung selama 10 hari mulai 27 Juli 2026.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags