Bank Jatim Catat Laba Bersih Rp708 Miliar di Semester I 2026

- Senin, 03 Agustus 2026 | 06:50 WIB
Bank Jatim Catat Laba Bersih Rp708 Miliar di Semester I 2026

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membukukan laba bersih (bank only) sebesar Rp708,43 miliar pada paruh pertama 2026. Angka ini tumbuh tipis 0,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, meski di tengah tekanan kenaikan beban operasional dan rasio kredit bermasalah.

Pendapatan bunga bank berkode saham BJTM ini tercatat Rp6,61 triliun, melonjak 36 persen secara tahunan. Namun, beban bunga ikut naik 29 persen menjadi Rp1,95 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih mencapai Rp4,66 triliun. Adapun beban operasional melonjak 41 persen menjadi Rp3,17 triliun, mendorong rasio BOPO naik dari 80,45 persen menjadi 82,14 persen. Rasio efisiensi lain, cost to income ratio (CIR), juga meningkat dari 37,62 persen menjadi 43,09 persen.

Dari sisi penyaluran kredit, rasio kredit bermasalah (NPL) gross naik dari 4,15 persen pada akhir Juni 2025 menjadi 4,38 persen. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) membaik 0,58 basis poin menjadi 23,72 persen, dan loan to deposit ratio (LDR) melesat 6,24 basis poin menjadi 91,24 persen.

Di tengah dinamika tersebut, Bank Jatim terus memperkuat perannya sebagai entitas utama dalam Kelompok Usaha Bank (KUB). Langkah ini merupakan wujud komitmen perseroan untuk meningkatkan daya saing perbankan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan melalui kolaborasi yang saling memberi nilai tambah.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menegaskan bahwa penguatan sinergi antaranggota KUB menjadi strategi penting dalam menciptakan ekosistem perbankan daerah yang kuat, efisien, dan kompetitif. "Sebagai Entitas Utama KUB, Bank Jatim berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota. Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ujarnya, Senin (3/8/2026).

Saat ini, anggota KUB Bank Jatim terdiri atas Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Dengan kelima BPD tersebut, Bank Jatim terus mengakselerasi berbagai potensi kerja sama. Misalnya, dengan Bank NTB Syariah, sinergi difokuskan pada implementasi layanan remitansi, seiring potensi jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) di NTB yang besar. Integrasi sistem terkait bisnis remitansi pun tengah berjalan.

Sinergi yang terus berjalan tersebut turut berkontribusi pada kinerja konsolidasi Bank Jatim yang tumbuh positif sepanjang semester I-2026. Hingga akhir Juni 2026, total aset konsolidasi mencapai Rp162,05 triliun, meningkat 37,16 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp118,15 triliun. Penyaluran kredit konsolidasi juga naik signifikan 41,68 persen, dari Rp78,55 triliun menjadi Rp111,28 triliun. Laba bersih konsolidasi pun melonjak 53,49 persen, dari Rp811 miliar menjadi Rp1,2 triliun.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags