Seorang mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, berinisial JST, diduga mengalami depresi setelah sidang skripsinya batal. Pembatalan itu terjadi lantaran ia diminta mengganti dosen penguji.
Video yang merekam tangis histeris JST viral di media sosial. Dalam rekaman itu, JST tampak tergeletak di lantai sambil menangis tak terkendali. Sejumlah orang berusaha menenangkannya, tetapi ia terus meronta.
Narasi yang beredar menyebutkan, dosen penguji berinisial SKL tiba-tiba menghubungi JST dan memintanya agar dosen penguji diganti, padahal jadwal sidang sudah sangat dekat. Disebutkan pula, JST telah 12 kali mengalami pembatalan sidang skripsi oleh dosen yang sama.
Dirawat di Rumah Sakit
Dekan FKM Undana, Apris Adu, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, begitu mengetahui video viral, pihak fakultas langsung menggelar rapat koordinasi dan memantau kondisi JST yang kini dirawat di Rumah Sakit Wira Sakti Kupang.
"Begitu dapat informasi, kami segera rapat pimpinan untuk memverifikasi fakta dan menindaklanjuti," kata Apris, Jumat (31/7).
Pihak kampus berkomitmen menyelesaikan persoalan ini dan mulai memanggil dosen pembimbing serta dosen penguji terkait untuk dimintai keterangan. "Dosen penguji saat ini sedang dalam masa berduka, sehingga kami jadwalkan besok baru bisa dapat keterangan lengkap," jelasnya.
Apris menerangkan, JST adalah mahasiswi semester 10 yang secara akademik sebenarnya sudah menyelesaikan seluruh mata kuliah, termasuk ujian proposal, sehingga tinggal melaksanakan sidang skripsi. "Jadi secara akademik, semua mata kuliahnya sudah selesai dan sudah ujian proposal dan tinggal ujian hasil serta skripsi," jelas Apris.
Ia berjanji akan memproses siapa pun yang terbukti bersalah, baik dosen maupun mahasiswa. "Baik mahasiswa maupun dosen mendapatkan perlakuan yang sama," pungkas Apris.
Undana Investigasi
Sementara itu, Wakil Rektor IV Undana, Philiphi de Rozari, menyebut pihaknya tengah melakukan investigasi atas kejadian itu. "Pada prinsipnya kami masih dalam proses investigasi terkait kejadian tersebut," ujar Philiphi.
Philiphi meminta publik bersabar menunggu hasil lengkap setelah proses investigasi selesai. Ia berjanji, Undana akan mengumumkan hasilnya ke khalayak luas. "Jadi kami sangat mengharapkan bersabar sedikit karena yang pasti kami akan memberikan informasi yang tepat dan benar terhadap kejadian ini," jelasnya.
Ia menambahkan, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi agar pelayanan Undana kepada mahasiswa semakin baik dan hal serupa tidak terulang. Menurutnya, kampus juga menegaskan tidak menutup kemungkinan menjatuhkan hukuman berat bagi siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran. "Tetapi sanksi sampai pemecatan itu ada," tegas Philiphi.
Artikel Terkait
Mahasiswi Undana Depresi Usai Dosen Penguji Diganti Mendadak, Kampus Lakukan Investigasi