Menag: Kerukunan Modal Dasar Pembangunan Bangsa

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:30 WIB
Menag: Kerukunan Modal Dasar Pembangunan Bangsa

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan modal dasar pembangunan bangsa. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

"Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama yang terus konsisten dalam membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini penting karena kerukunan adalah modal dasar pembangunan," ujarnya di hadapan ribuan peserta.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga mengapresiasi kontribusi Kementerian Agama dalam menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG), cek kesehatan gratis, dan implementasi kurikulum International Baccalaureate Diploma Program sebagai wujud nyata kehadiran negara.

"Kementerian Agama bersyukur dapat berkontribusi menyukseskan berbagai program prioritas Presiden sebagai bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Program makan bergizi gratis telah memberikan manfaat kepada lebih dari 11 juta siswa dan santri dan program cek kesehatan gratis telah menjangkau lebih dari 1,2 juta siswa dan santri," jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah Madrasah Aliyah Negeri kini dipercaya menjadi bagian dari program Sekolah Unggulan Garuda Transformasi. Salah satunya, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Serpong yang telah mengimplementasikan kurikulum International Baccalaureate Diploma Program.

Nasaruddin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatiannya terhadap dunia pesantren. Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren dan dukungan penguatan ekonomi pesantren dinilai sebagai langkah maju yang signifikan.

"Secara khusus kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas keberpihakan yang nyata terhadap dunia pesantren. Di antaranya adalah pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren dan dukungan bagi penguatan ekonomi pesantren. Sejak dahulu pembinaan pondok pesantren hanya dilakukan setingkat direktorat eselon dua, tapi sekarang Bapak Presiden Prabowo meningkatkan menjadi Direktorat Jenderal. Kita tepuk tangan kepada beliau," pujinya.

Di akhir pidatonya, Nasaruddin mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan doa bagi kemajuan bangsa. Ia berharap zikir dan doa kebangsaan ini menjadi ungkapan syukur atas kemerdekaan Indonesia.

"Mudah-mudahan doa kita malam ini diijabah, dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan dengan demikian bangsa kita Insyaallah akan mencapai puncaknya seperti yang pernah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa kita," tutupnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags