Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Dipadati Ribuan Jemaah

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:30 WIB
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Dipadati Ribuan Jemaah

Ribuan orang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, untuk mengikuti zikir dan doa kebangsaan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Acara ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh masyarakat dari berbagai latar belakang agama.

Pantauan di lokasi pada pukul 19.35 WIB, area sisi selatan Monas yang menjadi titik utama acara dipenuhi oleh jemaah. Mereka tampak duduk rapi di atas tikar, mengenakan pakaian muslim, sebagian lainnya memakai pakaian putih dengan udeng Bali dan selendang kuning khas umat Hindu. Kehadiran mereka menunjukkan semangat kebersamaan dalam keberagaman.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin langsung jalannya zikir dan doa bersama, didampingi sejumlah pemuka agama. Jemaah mengikuti setiap lantunan doa dengan khusyuk, menciptakan suasana yang damai dan religius. Sementara itu, di sisi-sisi lain Monas, warga yang tidak mendapatkan tempat di area utama tetap dapat menyaksikan acara melalui layar besar yang telah disediakan panitia.

Para peserta mulai berdatangan sejak sore hari, banyak di antaranya datang menggunakan bus dari berbagai daerah. Kedatangan mereka disambut dengan tertib oleh petugas keamanan yang berjaga di sepanjang jalan menuju Monas.

Kemenag memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar 100.000 orang. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M Hanafi, menyatakan bahwa panitia telah mempersiapkan segala aspek operasional dengan matang. "Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh unsur panitia. Tujuan kami sederhana, yaitu memastikan seluruh peserta dapat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dengan aman, nyaman, tertib, dan khusyuk," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Acara ini menjadi salah satu wujud nyata toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di Indonesia. Diharapkan, doa bersama ini dapat membawa keberkahan dan kedamaian bagi bangsa.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags