Di tengah gencarnya propaganda dan fitnah yang dilancarkan terhadap perjuangan Palestina, umat Islam diingatkan untuk tetap teguh pada kebenaran. Keyakinan ini didasarkan pada firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Anfal ayat 36-37 yang menegaskan bahwa orang-orang kafir akan terus menginfakkan harta mereka untuk menghalangi jalan Allah, namun pada akhirnya mereka akan dikalahkan dan dikumpulkan di neraka Jahanam. Ayat ini juga menjelaskan bahwa Allah akan memisahkan golongan yang buruk dari yang baik, dan menjadikan keburukan itu bertumpuk-tumpuk sebagai azab bagi mereka.
Ayat tersebut menjadi landasan bahwa fitnah dan propaganda musuh adalah bagian dari sunnatullah. Allah ingin menguji hamba-Nya, siapa yang termasuk golongan yang baik (ath-thayyib) dan siapa yang termasuk golongan yang buruk (al-khabits). Mereka yang tetap teguh membela saudara-saudara di Palestina meski dihujani fitnah, mereka itulah golongan yang baik. Sebaliknya, mereka yang terpengaruh propaganda musuh, mulai ragu, atau bahkan ikut menjatuhkan para pejuang, maka mereka termasuk golongan yang buruk.
Propaganda Musuh: Tanda Kelemahan
Serangan propaganda yang masif, termasuk melalui ribuan akun palsu dan narasi hasbara, sejatinya menunjukkan kelemahan dan ketakutan musuh. Mereka takut jika umat Islam bersatu dalam opini dan dukungan terhadap Palestina. Mereka takut kebenaran perjuangan Palestina semakin menyebar luas. Namun perlu diingat, kebenaran tidak perlu dibela dengan kebohongan. Jika musuh harus berbohong dan menyamar, para pejuang Palestina justru berjuang dengan iman dan senjata di tangan.
Dukungan Opini: Jihad di Era Media Sosial
Rasulullah SAW bersabda bahwa jihad yang paling utama salah satunya adalah menyampaikan perkataan yang benar di hadapan penguasa yang zalim. Di era media sosial ini, membela narasi para pejuang Palestina adalah bagian dari jihad. Umat Islam tidak boleh diam ketika musuh berusaha menjatuhkan kredibilitas para pejuang. Sebarkan fakta, bagikan kesaksian para syuhada, dan tolak segala bentuk hasbara yang mencoba mendiskreditkan perlawanan.
Wahai kaum Muslimin, jangan biarkan harta dan propaganda musuh menghalangi kalian dari jalan Allah. Teguhkan hati pada kebenaran perjuangan Palestina. Lawan narasi musuh dengan ilmu, akhlak, dan kesabaran. Jangan terpecah belah oleh akun-akun palsu yang mengaku Muslim tapi justru menyerang para mujahidin. Infakkan waktu, tenaga, dan kemampuan untuk membela saudara-saudara kita, baik dengan doa, postingan yang benar, maupun dukungan nyata.
Sesungguhnya kemenangan itu milik Allah. Musuh boleh menginfakkan harta sebanyak apa pun, tetapi mereka akan kalah. Allah akan menumpuk keburukan mereka dan melemparkannya ke neraka. Sedangkan orang-orang yang beriman dan sabar, mereka itulah yang akan menang. Allah telah berjanji dalam Al-Qur'an surat An-Nur ayat 55 bahwa Dia akan memberikan kemenangan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.
Membela Palestina berarti membela agama, kehormatan, dan masa depan umat Islam. Wallahu a'lam bish-shawab. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang thayyib dan memenangkan hati serta medan perjuangan ini. Amin ya Rabbal 'alamin.