Apindo Nilai Pemasangan Pagar di Mal sebagai Langkah Antisipasi Keamanan

- Jumat, 31 Juli 2026 | 21:24 WIB
Apindo Nilai Pemasangan Pagar di Mal sebagai Langkah Antisipasi Keamanan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menilai pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan merupakan langkah antisipasi keamanan. Namun, ia mengaku belum mengetahui alasan pasti di balik kebijakan tersebut karena belum berkomunikasi dengan pihak pengelola.

"Saya terus terang belum bicara sama pemilik. Jadi mungkin ada alasan-alasan, lebih alasan keamanan saja supaya mereka bisa menjaga situasi keamanan," kata Shinta di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7).

Menurutnya, setiap pengelola mal memiliki kebijakan tersendiri dalam menjaga keamanan aset dan pengunjung. "Ini kan mungkin melihat kondisi yang ada ya. Mereka mungkin supaya berhati-hati saja. Saya juga belum tahu sih, belum bicara sama pemilik," ujarnya.

Ketika ditanya apakah Apindo akan meminta klarifikasi kepada para pengusaha mengenai alasan pemasangan pagar, Shinta menyebut hal itu merupakan hak masing-masing pengelola. "Selama ini juga ada, itu kan hak mereka masing-masing. Jadi kita enggak terlalu memperhatikan secara detail ada yang pasang pagar, ada yang pasang apa," katanya.

Ia menegaskan pemasangan pagar tersebut tidak mencerminkan kondisi seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia. Hingga kini, belum ada kekhawatiran dari kalangan pengusaha yang mengharuskan semua mal melakukan langkah serupa. "Kita sih enggak ada kekhawatiran bahwa semua harus memagari atau dari situasi itu, enggak sih," ucap Shinta.

Shinta menambahkan, sejauh ini dirinya juga belum mendengar adanya keluhan khusus dari para pengembang mal terkait persoalan keamanan. "Saya belum dengar dari spesifik pemilik pengembang itu bahwa ada permasalahan tertentu. Tapi yang pasti, setiap mal punya caranya masing-masing untuk menjaga keamanan. Mereka memasang apa pun itu bukan berarti hanya karena situasi hari ini, kapan saja itu bisa terjadi," pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags