Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media, Hasan Nasbi, buka suara terkait pernyataannya yang menyebut pemerintah juga boleh mengkritik aktivis. Pernyataan itu sebelumnya sempat menjadi perbincangan hangat dan menuai kritik dari berbagai pihak.
Hasan menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka mengklarifikasi istilah 'Londo Ireng' yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, istilah itu tidak ditujukan kepada masyarakat umum, melainkan kepada kelompok-kelompok kritis yang dianggap sebagai 'Londo Ireng'.
"Mengkritik Londo Ireng boleh, dong. Kan enggak ditujukan ke rakyat secara umum. Itu kan ke kelompok-kelompok kritis yang kita duga sebagai Londo Ireng, bukan untuk masyarakat secara umum," kata Hasan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7).
Saat ditanya apakah pemerintah memang melihat adanya kelompok yang dimaksud, Hasan menegaskan bahwa istilah tersebut hanyalah sebuah kiasan. "Itu kan istilah aja untuk sebagian orang yang sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita," ujarnya.
Menariknya, Hasan mengungkapkan bahwa sebagian dari kelompok tersebut bahkan berprofesi di bidang yang sama dengan pemerintah, yaitu menyampaikan informasi kepada publik. "Mereka kan ada yang berprofesi seolah-olah sama-sama kita," katanya.
Ia menegaskan bahwa pernyataannya dimaksudkan sebagai pengingat agar seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dan optimisme. "Buat kita ini sebagai pengingat aja, bahwa harusnya kan kita bersama-sama bersatu. Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan," tutur Hasan.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak optimisme dan kepercayaan diri agar dapat bergerak lebih cepat menuju kemajuan. "Kita harus memperbanyak optimisme, mengurangi pesimisme, memperbanyak kepercayaan diri terhadap bangsa kita, dan menghilangkan rasa-rasa pesimis. Sehingga kita bisa maju lebih cepat," pungkasnya.
Artikel Terkait
Prabowo: Saat Tak Lagi Presiden, Saya Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi
Prabowo: Situasi Geopolitik Dunia Sangat Rawan, Perang Ukraina Bisa Lebih Lama dari Perang Dunia II
Survei SMRC: Elektabilitas Dedi Mulyadi Melonjak, Prabowo Tertekan
Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok 30 Persen dalam Sembilan Bulan