Riset FMIPA UI Ungkap Segel Botol Le Minerale Efektif Cegah Kontaminasi

- Jumat, 31 Juli 2026 | 15:36 WIB
Riset FMIPA UI Ungkap Segel Botol Le Minerale Efektif Cegah Kontaminasi

Ketika membeli air minum dalam kemasan, perhatian konsumen umumnya tertuju pada kejernihan air, kondisi botol, tanggal kedaluwarsa, atau harga. Padahal, ada bagian yang tak kalah penting dan sering luput dari pengamatan: tutup dan leher botol. Area ini bersentuhan langsung dengan mulut saat kita minum, sehingga kebersihannya sama krusialnya dengan air di dalam kemasan.

Meski diproduksi dengan standar higienis ketat di pabrik, air minum dalam kemasan (AMDK) harus melewati perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Selama proses distribusi, penyimpanan di gudang, hingga dipajang di minimarket, warung kelontong, terminal, atau area terbuka lainnya, bagian luar kemasan berpotensi terpapar debu dan mikroorganisme. Oleh karena itu, perlindungan produk tidak berhenti di pabrik, tetapi harus berlanjut hingga botol dibuka.

Di sinilah segel pada tutup botol memegang peranan penting. Bukan sekadar elemen estetika, segel berfungsi sebagai pelindung yang menjaga area tutup dan leher botol dari paparan lingkungan selama distribusi dan penyimpanan. Potensi kontaminasi dari luar kemasan menjadi perhatian serius dalam menjaga higienitas AMDK.

Kepala Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Indonesia, Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, M.Sc, menjelaskan bahwa kontaminasi silang dari luar kemasan tetap menjadi risiko meskipun air mineral telah diproduksi dengan standar ketat. Sejumlah mikroorganisme bahkan mampu bertahan di permukaan benda mati selama berhari-hari. Penelitian Kusumaningrum pada 2003 menunjukkan bakteri Staphylococcus aureus dapat bertahan di permukaan stainless steel hingga empat hari.

“Bila pada permukaan stainless steel saja mikroba bisa bertahan berhari-hari, tentu potensi kontaminasi pada permukaan botol plastik di lingkungan terbuka jauh lebih besar. Ini menjadi dasar kami untuk menguji seberapa besar efektivitas segel Le Minerale dalam melindungi produknya,” ujar Prof. Agustino.

Segel Diuji Secara Ilmiah

Untuk mengetahui peran segel secara empiris, Unit Kerja Khusus Laboratorium Sains Terapan FMIPA UI (UKK LST FMIPA UI) melakukan riset berjudul “Pengaruh Segel Tutup Botol terhadap Ketahanan Paparan Cemaran Debu dan Mikroba”. Riset ini menguji efektivitas segel Le Minerale dalam melindungi tutup dan leher botol dari debu, bakteri, serta jamur, baik di kondisi nyata maupun kondisi ekstrem laboratorium.

Pada pengujian kondisi nyata, produk ditempatkan di warung kelontong, minimarket, dan terminal. Sementara itu, di laboratorium, botol Le Minerale 600 mililiter dipaparkan pada debu dan mikroba selama satu hingga enam jam. Setiap sampel kemudian dianalisis secara kuantitatif untuk mengukur jumlah partikel debu, bakteri, dan kapang yang menempel, dengan membandingkan botol bersegel dan tanpa segel.

Hasilnya menunjukkan perbedaan signifikan. Dalam kondisi ekstrem, segel Le Minerale terbukti lebih efektif melindungi kemasan dari paparan debu hingga 80 persen, bakteri Staphylococcus aureus hingga 97 persen, dan kapang Aspergillus niger hingga 90 persen dibandingkan kemasan tanpa segel. Di pasaran, efektivitasnya bahkan mencapai 100 persen dalam mencegah kontaminasi debu, bakteri, dan jamur.

Menurut Prof. Agustino, hasil ini menjadi dasar ilmiah bahwa segel bukan sekadar fitur estetika, melainkan bagian dari inovasi perlindungan kemasan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan konsumen.

Komitmen Le Minerale Menjaga Higienitas

Marketing Director Le Minerale, Febri Satria Hutama, mengatakan hasil penelitian FMIPA UI menjadi validasi ilmiah terhadap inovasi segel pelindung yang diterapkan perusahaannya. Menurutnya, menjaga kualitas air mineral tidak hanya soal proses produksi, tetapi juga perlindungan produk selama distribusi, penyimpanan, dan penjualan di berbagai kondisi lingkungan.

“Sejak awal, Le Minerale memiliki misi untuk menyediakan air mineral yang bukan hanya segar dan sehat, tetapi juga higienis secara menyeluruh,” jelas Febri. Ia menambahkan bahwa tantangan di lapangan adalah potensi kontaminasi di lingkungan terbuka seperti warung kelontong dan terminal. “Maka dari itu, penting bagi kami untuk tidak hanya menjawab kekhawatiran ini dengan inovasi, tetapi juga membuktikan efektivitas inovasi tersebut secara ilmiah,” lanjutnya.

Bagi Le Minerale, riset ini memperkuat fungsi segel sebagai perlindungan tambahan pada tutup dan leher botol, sehingga higienitas kemasan tetap terjaga hingga produk sampai ke tangan konsumen. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., mengapresiasi langkah Le Minerale yang mendorong penerapan riset ilmiah sekaligus memperhatikan Hak Kekayaan Intelektual peneliti. “UI bangga bahwa hasil riset ini tidak hanya menjadi kontribusi ilmiah, tapi langsung diterapkan industri demi perlindungan masyarakat. Ini selaras dengan semangat UI,” tuturnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan produk berbasis sains yang relevan dengan kebutuhan konsumen, terutama dalam hal mutu, keamanan, dan higienitas.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags