Ekspor Toyota Indonesia Tembus 145 Ribu Unit di Semester I 2026, Naik 10,7 Persen

- Jumat, 31 Juli 2026 | 06:30 WIB
Ekspor Toyota Indonesia Tembus 145 Ribu Unit di Semester I 2026, Naik 10,7 Persen

Kinerja ekspor kendaraan utuh Toyota di Indonesia terus mencatatkan performa positif di tengah dinamika dan tantangan geopolitik global. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Toyota Indonesia sukses mengapalkan sebanyak 145.080 unit kendaraan ke pasar internasional.

"Konsistensi kinerja ekspor tidak terlepas dari hasil kerja keras anak bangsa dan kolaborasi yang melibatkan lebih dari 760 rantai pasok lokal, termasuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta dukungan dari Pemerintah Indonesia," kata Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, dalam keterangan resmi.

Capaian tersebut melesat tumbuh 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini sekaligus mengukuhkan dominasi Toyota dengan kontribusi 57,6 persen dari total ekspor CBU nasional yang mencapai 251.705 unit.

"Bersama-sama, seluruh elemen tersebut berperan dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional di tengah dinamika geopolitik global," ujar Nandi.

Sejak memulai pengapalan perdana pada 1987 hingga Semester I 2026, Toyota Indonesia tercatat telah mengekspor total 3.296.874 unit kendaraan secara kumulatif. Seluruh unit rakitan lokal tersebut telah diserap oleh konsumen di lebih dari 100 negara, termasuk Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania.

"Kami memastikan produk lokal mampu menjawab kebutuhan pasar global yang semakin kompetitif," tegasnya.

Kawasan Asia masih menjadi tujuan pengiriman terbesar dengan porsi kontribusi 57,8 persen dari total volume ekspor. Pasar Amerika mengikuti di posisi kedua dengan 29,5 persen, disusul Timur Tengah sebesar 12,0 persen.

"Pertumbuhan ekspor selama paruh pertama 2026 didorong oleh permintaan yang tetap kuat dari berbagai pasar tujuan ekspor," ungkapnya.

Selain kendaraan utuh, ekspor komponen terurai, suku cadang, mesin utuh, hingga alat produksi juga turut menopang kinerja. Model segmen A dan B rakitan lokal menjadi pilihan utama konsumen internasional. Toyota Avanza dan Veloz berkontribusi 32.571 unit, Raize 26.082 unit, dan Yaris Cross 20.441 unit pada periode Januari hingga Juni 2026.

Tren elektrifikasi global dimanfaatkan melalui pengapalan lini kendaraan ramah lingkungan seperti Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross Hybrid EV. Ekspor kendaraan elektrifikasi melesat drastis 46,4 persen menjadi 12.693 unit dibanding paruh pertama tahun lalu, dengan akumulasi mencapai 62.906 unit sejak 2023.

"Keberlanjutan kinerja ekspor sangat bergantung pada inovasi yang berkesinambungan serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan regulasi dan preferensi konsumen di berbagai negara," tutur Wakil Presiden Direktur TMMIN, I Nyoman Winaya Adnyana.

Dalam mendukung dekarbonisasi, Toyota Indonesia juga menerapkan strategi multi-pathway dengan mengembangkan opsi Flexy Fuel Vehicle (FFV) berbasis bioetanol lokal. Inisiatif ini tidak hanya menekan emisi dan impor fosil, tetapi juga memberdayakan kesejahteraan petani bahan baku bioetanol dalam negeri.

"Industri otomotif nasional harus berada di garis depan dalam menghadapi perubahan dan membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional," tutup Winaya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags