Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi memberikan pendampingan dan bantuan kepada keluarga almarhum Sumarna, satpam yang ditemukan tewas di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, pada Jumat pekan lalu. Pekerja sosial telah mengunjungi rumah duka dan bertemu istri almarhum, Siti Maryam, serta kedua anaknya untuk melakukan asesmen awal guna mengetahui kebutuhan keluarga.
"Tim Kementerian Sosial sudah berkunjung ke rumah duka, berdialog dengan keluarga, namun seperti kita ketahui masih dalam suasana duka, sehingga belum bisa dilakukan asesmen secara mendalam," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu.
Selain asesmen awal, Kemensos juga menyerahkan bantuan biaya pemakaman langsung kepada keluarga. Berdasarkan data yang dihimpun, Sumarna memiliki dua anak yang masih bersekolah. Ia telah bekerja sebagai satpam di Perum Jasa Tirta 2 selama 17 tahun dan menjadi tulang punggung keluarga.
Hasil penelusuran awal menggunakan aplikasi SIKS-NG menunjukkan Siti Maryam tercatat pada desil 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Kedua anaknya telah menerima Program Indonesia Pintar dan akan mendapatkan beasiswa hingga jenjang kuliah dari Perum Jasa Tirta 2.
Kemensos berencana memberikan dukungan pemberdayaan berupa bantuan kewirausahaan agar Maryam memiliki penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kedua anaknya. "Tentu kita terus lakukan pendampingan, dan jika diperlukan juga akan diberikan bantuan kewirausahaan sebagai bentuk pemberdayaan bagi keluarga," ujar Gus Ipul.
Pendampingan akan terus dilakukan, termasuk asesmen lanjutan yang lebih mendalam dan intervensi sesuai hasil asesmen.
Sumarna, 40 tahun, ditemukan tewas mengambang dengan kedua tangan terborgol ke belakang di perairan kawasan Tanggul Kayat, Jumat pagi. Ia dilaporkan hilang kontak sejak pukul 03.00 WIB saat menjalankan piket malam. Rekan kerja curiga dan melakukan pencarian bersama kepala satpam serta warga. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, masih mengenakan seragam dinas lengkap.
Sebelum menghilang, Sumarna sempat menegur sekelompok pemuda yang hendak melakukan aksi vandalisme di kawasan objek vital tersebut. Polisi masih mendalami kemungkinan kaitan antara perselisihan terkait vandalisme dengan kematian korban.
Artikel Terkait
Keluarga Minta Polisi Tuntaskan Kasus Kematian Sekuriti Terborgol di Jatiluhur
Kapolda Jabar Turunkan Tim Gabungan Usut Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur
Kemensos Beri Pendampingan dan Bantuan untuk Keluarga Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur
Satpam Waduk Jatiluhur Ditemukan Tewas, Keluarga Mendambakan Keadilan