Twilite Orchestra Gelar Konser Spesial Rayakan 35 Tahun Perjalanan Musik

- Rabu, 29 Juli 2026 | 16:18 WIB
Twilite Orchestra Gelar Konser Spesial Rayakan 35 Tahun Perjalanan Musik

Twilite Orchestra, salah satu orkestra tertua di Indonesia, akan merayakan hari jadinya yang ke-35 melalui konser istimewa bertajuk Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert. Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026 pukul 16.00 WIB di Aula Simfonia, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sejak didirikan pada 8 Juni 1991, Twilite Orchestra tegak berdiri di bawah kepemimpinan Addie MS. Perjalanan tiga setengah dekade ini bukanlah hal yang mudah bagi sebuah unit musik klasik di Indonesia. Addie MS mengungkap rasa haru atas keberhasilan timnya bertahan melintasi berbagai zaman dan tantangan industri musik yang dinamis.

"Saya tidak membayangkan Allah SWT mengizinkan saya bersama TO bisa berkarya hingga hari ini," ungkap Addie MS dengan penuh syukur. Ia mengenang di awal pembentukannya, banyak pihak yang meragukan masa depan orkestra ini. "Di awal berdirinya TO, beberapa rekan saya berkomentar bahwa kami tidak akan bertahan lebih dari 2 bulan, karena ekosistem musik simfonik yang memang sangat tidak kondusif saat itu," tambahnya.

Namun, keraguan publik dibalas dengan konsistensi. Addie MS menegaskan, dukungan orang-orang terdekat dan sponsorlah yang menjadi napas bagi kelangsungan hidup Twilite Orchestra. Secara khusus, ia memberikan penghormatan kepada sosok Indra Bakrie yang menjadi katalisator utama saat dirinya nyaris menyerah di masa-masa sulit awal karier orkestra tersebut.

"Dukungan sahabat, sponsor, media, dan keluargalah yang menguatkan kami. Dan yang utama, Pak Indra Bakrie-lah yang menguatkan dan meyakinkan saya untuk terus bertahan saat saya berniat mundur dari kegiatan ini di awal perjalanan kami. Alhamdulillah, beliau masih mendukung, bahkan dilanjutkan oleh putrinya, Adinda Bakrie," jelas Addie MS.

Estafet ini kini diteruskan oleh Adinda Bakrie melalui Adinda Bakrie Foundation. Adinda mengaku kagum atas dedikasi Addie MS yang mampu menjaga nyawa orkestra ini selama 35 tahun. "Senang sekali Twilite Orchestra dapat menyentuh sampai 35 tahun. Semoga ini bukan hanya sekadar ceremony, tetapi menjadi pijakan untuk bisa terus melangkah lebih jauh. Sukses selalu untuk Mas Addie dan Twilite Orchestra," ujar Adinda Bakrie.

Repertoar Beragam dan Kolaborasi Megah

Konser ini akan menjadi retrospeksi musikal yang kaya, merangkum perjalanan Twilite Orchestra dari tahun 1991 hingga saat ini. Penonton akan disuguhkan repertoar yang sangat beragam, mulai dari keagungan musik klasik seperti Die Fledermaus Overture karya Johann Strauss II, keajaiban musik video games lewat Liberi Fatali karya Nobuo Uematsu, hingga nuansa Broadway dalam Phantom of the Opera. Tak ketinggalan, karya orisinal Addie MS bertajuk Fantasia Nusantara serta nomor-nomor opera legendaris seperti Nessun dorma dan Sempre libera juga akan memanjakan telinga pengunjung.

Kemegahan panggung akan diperkuat oleh 74 musisi orkestra dan kolaborasi epik dengan 200 penyanyi paduan suara dari berbagai institusi ternama, termasuk Twilite Chorus, PSM IPB Agria Swara, hingga Uhamka Choir. Penampilan internasional pun dihadirkan melalui suara emas soprano Sydney Opera House, Meechot Marrero, yang bersanding dengan tenor terbaik Indonesia, Oswin Wilke, serta alunan harpa dari Rama Widi.

Antusiasme publik terhadap konser ini terbukti sangat masif, di mana tiket umum telah ludes terjual hanya dalam waktu satu jam pada pembukaan perdana 16 Juli lalu. Pihak penyelenggara masih menyediakan alokasi khusus bagi nasabah BRI. Tiket tambahan dapat dibeli melalui aplikasi BRImo mulai 28 Juli 2026, mulai pukul 13.00 WIB.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags