Laba Chandra Daya Investasi Anjlok 74% meski Pendapatan Naik 22,8%

- Rabu, 29 Juli 2026 | 14:30 WIB
Laba Chandra Daya Investasi Anjlok 74% meski Pendapatan Naik 22,8%

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) membukukan laba bersih sebesar USD 19,3 juta pada semester I 2026, merosot tajam 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 74,4 juta. Meski demikian, pendapatan perseroan justru tumbuh 22,8 persen secara tahunan menjadi USD 82,1 juta, didorong ekspansi bisnis logistik serta kontribusi segmen energi.

EBITDA naik 25,3 persen menjadi USD 31,6 juta dengan marjin EBITDA meningkat menjadi 38,5 persen dari sebelumnya 37,7 persen. Sementara itu, marjin laba bersih tercatat sebesar 23,5 persen. Pendapatan segmen logistik melonjak 80,2 persen menjadi USD 27 juta seiring ekspansi logistik maritim dan darat. Pendapatan dari segmen energi juga naik 5,4 persen menjadi USD 51,8 juta. Adapun segmen kepelabuhanan dan penyimpanan membukukan pendapatan USD 2,5 juta, turun dari USD 2,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga akhir Juni 2026, total aset CDIA mencapai USD 1,93 miliar, naik 10,9 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Posisi kas, setara kas, dan surat berharga sebesar USD 658,7 juta, dengan rasio utang terhadap kapitalisasi di level 41 persen.

Belanja Modal dan Ekspansi

Selama enam bulan pertama tahun ini, CDIA merealisasikan belanja modal sebesar USD 94,2 juta untuk mendukung agenda ekspansi. Di sektor logistik, perseroan melanjutkan ekspansi melalui pelayaran perdana kapal logistik kimia cair Novah berkapasitas 9.000 deadweight ton (DWT). CDIA juga menginvestasikan USD 90 juta untuk mengakuisisi 40 persen saham PT Armada Maritim Persada guna memperkuat bisnis logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan.

Selain itu, CDI menanamkan investasi USD 15,5 juta untuk mengakuisisi 49 persen saham Petrosea Services Solutions Pte. Ltd. sebagai bagian dari strategi memperluas basis pelanggan dan sumber pendapatan. Pada bisnis kepelabuhanan dan penyimpanan, anak usaha CDI, PT SCG Barito Logistics, menandatangani nota kesepahaman dengan PT Krakatau Bandar Samudera untuk menjajaki pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry container, dan layanan bongkar muat di Krakatau International Port.

Pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak telah mencapai sekitar 75 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026. Di sektor energi, CDIA juga memperluas portofolio infrastruktur rendah karbon. Anak usahanya, PT Chandra Waste Energy, bersama konsorsium ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang, Banten.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags