PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memperkenalkan varian terbaru kendaraan niaga ringan di GIIAS 2026, Mitsubishi Fuso Canter FE84 Extra Long Bus. Model ini dirancang untuk menjawab kebutuhan sektor pariwisata dan transportasi umum yang tengah tumbuh seiring pemerataan infrastruktur jalan di Indonesia.
Sales and Marketing Director KTB, Aji Jaya, mengatakan Canter FE84 Extra Long Bus merupakan respons terhadap meningkatnya permintaan moda angkutan penumpang. "Hari ini Mitsubishi Fuso memperkenalkan varian baru di kelas LDT Bus, yakni Canter FE84 Extra Long Bus. Kehadirannya memperkuat lini produk kami sekaligus mendukung mobilitas masyarakat Indonesia melalui kendaraan yang andal dan nyaman," ujarnya di GIIAS 2026, Rabu (29/7).
Sasis bus ini diklaim mampu mengombinasikan performa, kapasitas angkut, kenyamanan, dan kelincahan bermanuver di berbagai kondisi jalan. Dari sektor mesin, Canter Extra Long Bus dibekali tenaga 136 PS yang dipadukan dengan rasio gardan lebih besar. Menurut Aji, konfigurasi ini menghasilkan penyaluran tenaga optimal namun tetap efisien dalam konsumsi bahan bakar, serta memberikan akselerasi responsif dan pengalaman berkendara yang stabil.
Dari segi dimensi, kendaraan ini memiliki jarak sumbu roda 4,2 meter yang sanggup mengakomodasi karoseri hingga 31 penumpang. "Secara keseluruhan, kendaraan ini menawarkan keseimbangan antara performa, kapasitas, kenyamanan, dan kelincahan, sehingga sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan transportasi angkutan penumpang," jelas Aji.
Untuk menjamin ketenangan konsumen, Mitsubishi Fuso menyertakan dukungan purnajual yang solid. Saat ini, jaringan purnajual KTB didukung oleh 223 diler resmi, 19 Bengkel Siaga 24 Jam, serta 22 parts depot yang tersebar di lokasi strategis di seluruh Indonesia.
Presiden Direktur KTB, Daisuke Okamoto, menegaskan peluncuran ini merupakan wujud komitmen Mitsubishi Fuso yang telah lebih dari 55 tahun menemani pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selama lebih dari lima dekade, lebih dari 1,4 juta unit truk Fuso telah dipercaya berbagai sektor usaha di Tanah Air. Menurut Okamoto, lanskap kebutuhan konsumen kendaraan niaga kini telah bergeser. "Sepuluh tahun lalu konsumen lebih fokus pada spesifikasi teknis, kapasitas angkut, dan keandalan kendaraan. Kini, mereka juga memperhitungkan total cost of ownership (TCO), mobilitas jangka panjang, hingga kepastian dukungan purnajual yang berkelanjutan," tutupnya.
Artikel Terkait
Suzuki XL7 Facelift Meluncur di GIIAS 2026, Harga Mulai Rp 274 Jutaan
BAIC Luncurkan SUV Listrik T1 di GIIAS 2026, Harga Spesial Rp 373 Juta untuk 1.000 Pembeli Pertama
Farizon Bawa Empat Mobil Niaga Listrik ke GIIAS 2026, Mulai Rp 425 Juta
GIIAS 2026 Hadirkan Test Drive dan Test Ride untuk 180 Mobil dan 20 Motor