Lurah di Medan Didorong Dicopot Usai Sindir Warga yang Curhat ke Wali Kota

- Rabu, 29 Juli 2026 | 13:13 WIB
Lurah di Medan Didorong Dicopot Usai Sindir Warga yang Curhat ke Wali Kota

Anggota DPRD Kota Medan mendesak pencopotan Lurah Paya Pasir, Syerly, setelah videonya yang menyindir seorang warga yang tengah mengadu ke Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas viral di media sosial. Sikap lurah itu dinilai tidak mencerminkan seorang pemimpin yang seharusnya melayani dan mengayomi masyarakat.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan, Robi Barus, mengecam keras ucapan Syerly. "Ngapain dia jadi pemimpin. Jadi lurah di sana tidak punya empati. Itu kan salah satu hak masyarakat untuk menyampaikan keluhannya. Jadi enggak benar lurah kayak gitu. Tak layak jadi lurah itu," kata Robi saat dihubungi, Rabu (29/7).

Menurut Robi, jika seorang lurah tidak mampu mengayomi masyarakat, pemerintah sebaiknya menggantinya dengan sosok yang lebih layak. "Kalau dia enggak bisa mengayomi masyarakatnya, bagus dicopot saja lah, ngapain lagi. Ganti aja dengan yang mau mengemong masyarakatnya," ujarnya.

Ia juga menyayangkan ucapan lurah yang dinilai bernada mengejek warganya sendiri. "Sangat menyayangkan dan menyesalkan lah," ucap Robi.

Dalam video yang beredar, seorang warga menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan terkait minimnya penerangan jalan di lingkungan mereka yang dinilai rawan tindak kriminal. "Nanti izin sama lampu ya, Pak. Gelap kali soalnya, Pak. Banyak kali di sini begal sering terjadi," ujar warga tersebut. Warga itu juga mengaku pernah memasang empat tiang lampu penerangan menggunakan dana pribadi.

Menanggapi pernyataan tersebut, Syerly melontarkan ucapan, "Cie, curhat dia bah," yang memicu kritik dari warganet karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap keluhan masyarakat.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.