BMKG: El Nino Kuat Diprediksi Bertahan hingga Oktober 2026, Operasi Modifikasi Cuaca Dikebut

- Rabu, 29 Juli 2026 | 08:35 WIB
BMKG: El Nino Kuat Diprediksi Bertahan hingga Oktober 2026, Operasi Modifikasi Cuaca Dikebut

Fenomena El Nino di Indonesia telah memasuki kategori kuat dan diperkirakan masih akan bertahan hingga Oktober 2026. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkapkan hal itu setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026) malam.

Presiden Prabowo, kata Faisal, memberikan arahan agar BMKG memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berbarengan dengan El Nino, terutama melalui operasi modifikasi cuaca. "Iya memang arahannya adalah agar BMKG dapat terus memperkuat dukungan bagi antisipasi dari kemarau yang bersamaan dengan El Nino di tahun 2026," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi El Nino saat ini sudah berada pada level kuat. "Untuk saat ini kondisinya sudah masuk ke El Nino kuat ya," kata Faisal. Sebelumnya, BMKG memproyeksikan El Nino masih akan bertahan dalam beberapa bulan ke depan. Peluang fenomena tersebut mencapai kategori sangat kuat diperkirakan 75 persen, dengan dampak berupa berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia setidaknya hingga Oktober 2026.

BMKG memfokuskan upaya mitigasi pada dua ancaman utama: kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla). Untuk mengantisipasi kekeringan, BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, dan sejumlah pihak lainnya untuk membantu pengisian waduk.

Sementara itu, untuk mencegah karhutla, operasi modifikasi cuaca diprioritaskan di enam provinsi: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. "Itu juga dilakukan secara berkala Operasi Modifikasi Cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana agar dia tidak mudah terbakar," jelas Faisal.

Selain modifikasi cuaca, BMKG terus memantau perkembangan kondisi atmosfer di seluruh wilayah Indonesia sebagai dasar penentuan langkah mitigasi yang berbasis ilmiah dalam menghadapi dampak El Nino.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags