Fenomena Bediding Landa Jawa, Suhu Dieng Hampir Sentuh Titik Beku

- Rabu, 29 Juli 2026 | 08:05 WIB
Fenomena Bediding Landa Jawa, Suhu Dieng Hampir Sentuh Titik Beku

Belakangan, warganet di media sosial ramai mengeluhkan suhu udara yang terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena yang kerap disebut bediding ini umumnya terjadi saat musim kemarau dan dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, suhu dingin tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya penguatan Monsun Australia. Angin musim yang membawa massa udara kering itu mengurangi kandungan uap air dan pembentukan awan di atmosfer. Minimnya tutupan awan membuat panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer pada malam hari, sehingga suhu udara turun signifikan, terutama menjelang pagi.

"Data BMKG 10 tahun terakhir mencatat penurunan suhu mulai terasa di bulan Juli dan mencapai puncaknya pada Juli sampai Agustus. Sebagai contoh, Kabupaten Malang, suhunya bisa drop hingga di bawah 19,5 derajat Celcius, jauh lebih dingin dibandingkan Jakarta yang relatif stabil hangat," demikian kata BMKG melalui Instagram resminya, Senin (27/7/2026). "Hal ini juga menunjukkan peran topografi dan elevasi dataran tinggi dalam mengunci hawa dingin," lanjut BMKG.

Pengamatan melalui peta Land Surface Temperature (LST) malam dari sensor MODIS pada satelit cuaca memperlihatkan zona bersuhu rendah yang membentang mengikuti deretan pegunungan di Pulau Jawa. Artinya, kawasan pegunungan menjadi wilayah yang paling terdampak bediding.

Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB University, Dr Givo Alsepan, memperkirakan fenomena ini berpotensi berlangsung hingga puncak musim kemarau, yakni sekitar akhir Juli hingga Agustus. Di beberapa wilayah, kondisi ini bahkan bisa berlanjut hingga awal September, tergantung perkembangan atmosfer. "Indonesia saat ini berada pada musim kemarau yang dipengaruhi monsun Australia, sedangkan Eropa, Amerika Utara, maupun sebagian Asia Timur sedang memasuki musim panas," ujarnya.

Daerah yang Paling Terasa

BMKG menyebut sejumlah daerah di dataran tinggi mengalami suhu sangat rendah, seperti Gunung Bromo dan Dieng. "Data AWS BMKG mencatat, suhu di Bromo menyentuh angka 3,9 derajat Celcius pada tanggal 11 Juni kemarin. Tapi Dieng juaranya, suhunya hampir menyentuh titik beku di angka 0,7 derajat Celcius," ucap BMKG. "Saking dinginnya fenomena bediding ini, di daerah dataran tinggi seperti Gunung Bromo, air embun yang menempel di daun bisa membeku jadi kristal es, mirip hamparan salju," lanjut BMKG.

Tips Menghadapi Bediding 2026

BMKG mengimbau dua hal untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar selama bediding: memastikan asupan nutrisi dan minuman hangat tercukupi agar imunitas terjaga, serta memakai pelembap untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags