Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berada di zona merah pada perdagangan Rabu (29/7) setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 55,195 poin atau 0,89 persen ke level 6.130,588. Analis menilai pelemahan ini belum berakhir dan berpotensi menguji level support berikutnya.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut secara teknikal, pelemahan tercermin dari histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang terus menyempit serta indikator Stochastic Relative Strength Index (RSI) yang melemah di area pivot. "Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji level 6.050-6.100 pada perdagangan Rabu," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Salah satu faktor pendorong pelemahan adalah nilai tukar rupiah yang kembali ditutup melemah 0,41 persen ke level Rp 18.083 per dolar AS di pasar spot, mendekati level terendah sepanjang masa di Rp 18.190 per dolar AS. Selain itu, investor masih bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait penunjukkan Gubernur Bank Indonesia definitif berikutnya yang dinilai dapat berpengaruh terhadap kebijakan bank sentral ke depannya.
Dari sisi eksternal, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) mengindikasikan potensi tarif impor tambahan terhadap sejumlah negara di Asia, termasuk China, Vietnam, dan Korea Selatan. Langkah ini patut dicermati mengingat Indonesia sebelumnya juga telah dikenakan tarif tambahan sebesar 10 persen oleh AS. Sementara itu, investor juga menantikan hasil pertemuan The Fed yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan.
Analis MNC Sekuritas menilai penurunan IHSG pada Selasa (28/7) masih didominasi oleh tekanan jual meskipun volumenya mengecil. Dalam jangka pendek, pergerakan IHSG cenderung sideways dan masih berada pada rentang MA20 dan MA60. "Cermati area 6.074-6.107 sebagai area koreksinya. Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6.262-6.299," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham UNVR, BFIN, GGRM, ELSA, dan WIIM untuk diperhatikan sepanjang hari ini. Sementara MNC Sekuritas merekomendasikan ADMR, DSNG, ICBP, dan TPIA.
Artikel Terkait
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.110, Rupiah Melemah ke Rp 18.072
IHSG Diproyeksi Sideways di Kisaran 6.000-6.150
DBS Indonesia Yakin IHSG Tembus 8.000 di Tengah Ketidakpastian Global
IHSG Ditutup Koreksi 0,64 Persen ke Level 6.091