Mantan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku kecewa berat dengan sikap Presiden ke-7 Joko Widodo yang bersikeras mencalonkan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, pada Pilkada Solo 2020. Saat itu, PDIP Solo sebenarnya sudah memiliki pasangan calon hasil penjaringan, yakni Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.
Kekecewaan Rudy, sapaan akrabnya, semakin mendalam karena Jokowi sebelumnya pernah menyatakan bahwa anak-anaknya tidak akan terjun ke dunia politik. "Pak Jokowi sudah menyampaikan anaknya tidak akan berpolitik. Pertama kali di situ (kecewa)," kata Rudy dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, Rabu (29/7/2026).
Rudy juga menyoroti minimnya pengalaman organisasi Gibran saat dicalonkan sebagai Wali Kota Solo. "Satu belum belajar. Yang kedua, Gibran kan belum pernah menjadi pengurus RT, pengurus RW, ketua LPMK kan belum pernah," ujarnya.
Meski sempat menolak, Rudy mengaku tetap menjalankan keputusan DPP PDIP setelah rekomendasi diberikan kepada Gibran. "Saya menolak, namun kalau ketua umum memberikan rekomendasi kepada Gibran itu pasti akan saya jalankan," kata Rudy.
Tak hanya itu, Rudy juga mempersoalkan pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024. Menurutnya, konstitusi mensyaratkan calon wakil presiden pernah menjadi gubernur, bukan wali kota. "Konstitusi mengatakan harus pernah jadi gubernur, bukan wali kota," pungkas Rudy.
Artikel Terkait
Demo Ijazah Gibran, Warganet Kembali Diingatkan pada Polemik Ijazah Jokowi
Penggugat Ungkap Kejanggalan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
FX Hadi Rudyatmo Bongkar Klaim Jokowi soal Pendekatan Humanis ke PKL
Gibran Terima Kunjungan Deputi PM Kamboja, Bahas Reformasi Birokrasi hingga Penanganan Online Scam