Penulis Misteri Keigo Higashino Tutup Usia

- Senin, 27 Juli 2026 | 17:24 WIB
Penulis Misteri Keigo Higashino Tutup Usia

Penulis novel misteri asal Jepang, Keigo Higashino, meninggal dunia pada usia 67 tahun setelah berjuang melawan kanker usus. Kabar duka ini diumumkan melalui akun X resminya, Senin (27/7).

"Kepada para pihak terkait, penulis Keigo Higashino telah wafat pada dini hari, tanggal 23 Juli. Di sini, dengan hormat, kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan pemberitahuan ini," tulis akun X tersebut.

Keigo dikenal sebagai salah satu penulis novel misteri paling produktif di Jepang. Sepanjang kariernya, ia telah menulis 106 buku, belum termasuk karya antologi bersama penulis lain. Debutnya dimulai pada 1986 lewat novel "Putra Sore".

Namanya melambung di kancah internasional berkat novel "The Devotion of Suspect X". Karya ini berkisah tentang seorang guru matematika SMA jenius yang merancang skenario kejahatan sempurna, namun terhalang oleh sahabatnya sendiri yang seorang fisikawan jenius. Novel tersebut meraih Penghargaan Naoki ke-20 pada 2006 dan memenangkan penghargaan Honkaku Mystery.

Lahir di Osaka pada 1958, Keigo telah menyukai genre misteri sejak kecil. Namun, ia memulai karier sebagai insinyur di perusahaan komponen otomotif Denso. Di sela-sela kesibukannya, ia mulai menulis. Pada usia 27 tahun, ia mengikuti Penghargaan Edogawa Rampo dan memenangkannya lewat novel "After School" yang saat itu belum terbit.

Pada 2014, Keigo menerima Penghargaan Sastra Yoshikawa Eiji untuk karyanya "The Final Curtain". Karya ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan diadaptasi menjadi film serta serial. Ia juga pernah menjabat sebagai ketua Asosiasi Mystery Writers of Japan dari 2009 hingga 2013.

Novel terbarunya, "Eternal Memory", dijadwalkan terbit pada Agustus 2026. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar misteri di seluruh dunia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.