Komunitas Pajero Minta Maaf Usai Konvoi di Tol Jatim Dikeluhkan Pengendara

- Senin, 27 Juli 2026 | 16:50 WIB
Komunitas Pajero Minta Maaf Usai Konvoi di Tol Jatim Dikeluhkan Pengendara

Pengendara melaporkan rombongan mobil SUV yang diduga menguasai lajur kanan dan ugal-ugalan di Jalan Tol Surabaya-Mojokerto hingga arah Jombang. Komunitas Pajero One Jatim pun menyampaikan permohonan maaf.

Seorang pengendara bernama Fauzi mengeluhkan insiden itu melalui kanal Lapor Cak. Menurut Fauzi, peristiwa terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 08.55 WIB. "Rombongan komunitas Pajero ngebut dan iring-iringan di lajur kanan dari Tol Driyorejo sampai Jombang," katanya.

Ketua Pajero Indonesia One Jatim Korwil 6 Jatim Andri Setiawan membenarkan bahwa rombongan yang melakukan perjalanan menuju Jombang merupakan bagian dari komunitasnya. "Kami membenarkan bahwa kemarin kami mengadakan acara di Jombang yang dimulai dari rest area 726 sampai keluar exit tol Ploso Jombang," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Namun, Andri membantah konvoi dilakukan dengan kecepatan hingga 140 km/jam. Ia menunjukkan rekaman dashcam yang menurutnya mencatat kecepatan kendaraan sekitar 100 km/jam.

Pernyataan serupa disampaikan anggota Pajero One Jatim Arya Asraf. Menurutnya, rombongan sengaja tidak melaju dengan kecepatan tinggi karena salah satu anggota sedang hamil. "Kami memang membenarkan bahwa ada rombongan yang menuju Jombang kemudian kami tidak membenarkan bahwa perjalanan kami menggunakan kecepatan tinggi melainkan dengan kecepatan 100 ke bawah. Dikarenakan ada anggota kami yang sedang hamil," imbuhnya.

Arya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu. Ia memastikan peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi komunitasnya. "Untuk selanjutnya kami mohon maaf kepada pengguna jalan yang lain karena perjalanan kami mengganggu dan terima kasih untuk pjr Jatim 3 khususnya sudah melakukan edukasi dan memberikan arahan dan petunjuk untuk perjalanan kita maupun di jalan raya dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pengguna jalan lainnya yang merasa dirugikan," tuturnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags