PDIP Tegaskan Kritik ke Pemerintah Harus Berbasis Kebijakan, Bukan Serangan Personal

- Senin, 27 Juli 2026 | 00:30 WIB
PDIP Tegaskan Kritik ke Pemerintah Harus Berbasis Kebijakan, Bukan Serangan Personal

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kritik yang disampaikan partainya kepada pemerintah harus didasarkan pada argumentasi dan kebijakan, bukan serangan terhadap individu. Ia juga mengingatkan agar kritik politik tidak berubah menjadi serangan personal melalui buzzer.

Hal itu disampaikan Hasto saat merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut PDIP memiliki hati yang sama dengan pemerintah. Menurut Hasto, posisi PDIP sebagai partai penyeimbang merupakan bagian dari sistem demokrasi.

“Ya, dalam pidato di dalam sidang gabungan, Presiden Prabowo kan mengapresiasi fungsi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang sehingga itulah yang kemudian diapresiasi. Artinya, dalam sistem tata pemerintahan negara kita, baik yang berada dalam pemerintahan maupun yang bertugas di luar sebagai penyeimbang, itu punya nilai-nilai patriotisme bagi bangsa dan negara,” kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7).

Hasto menjelaskan, kritik yang disampaikan partainya ditujukan terhadap kebijakan dengan berlandaskan argumentasi dan aspirasi masyarakat. “Maka Ibu Mega ketika di tim menyampaikan kritik yang disampaikan oleh PDI Perjuangan adalah kritik berbasis argumentasi,” katanya.

Ia kemudian mengingatkan agar kritik politik tidak digunakan untuk mendiskreditkan individu. “Jangan menjadi buzzer yang kemudian mendiskreditkan orang per orang. Kritik atas dasar suatu kebijakan-kebijakan dan menyerap aspirasi rakyat,” pungkasnya.

Prabowo Sebut Hati PDIP Sama dengan Pemerintah

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan perbedaan pilihan politik tidak seharusnya dipandang sebagai permusuhan permanen. Menurutnya, dinamika politik memungkinkan pihak-pihak yang sebelumnya berseberangan kembali bekerja sama.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7). “Jadi, saudara-saudara, bersaing itu baik, bertanding itu baik. Kadang-kadang kita berpisah, enggak ada masalah, nanti juga gabung lagi,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo secara khusus menyinggung PDIP. Ia meyakini partai berlambang banteng tersebut memiliki cita-cita yang sejalan dengan pemerintah, terutama dalam menjalankan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. “PDIP juga hatinya juga sebetulnya sama dengan kita. Benar, coba cek. Gali hatinya, sebetulnya sama,” ujarnya.

Prabowo menilai, kesamaan tersebut berakar dari pemikiran para pendiri bangsa, termasuk Presiden pertama RI Soekarno dan Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta, yang merumuskan UUD 1945 sebagai dasar penyelenggaraan negara. “Ini Undang-Undang Dasar 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri-pendiri bangsa kita. Hati mereka sama,” tuturnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags