PKB Berkomitmen Dukung Prabowo Hingga 2029, Cak Imin Bicara Prabowonomics

- Kamis, 23 Juli 2026 | 19:48 WIB
PKB Berkomitmen Dukung Prabowo Hingga 2029, Cak Imin Bicara Prabowonomics

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, atau Cak Imin, menegaskan komitmen partainya untuk tetap bersama Presiden Prabowo Subianto hingga Pemilu 2029. Ia juga menyatakan PKB mendukung Prabowo memimpin selama dua periode.

"Pasti lah, itu sudah menjadi komitmen kalau Presiden itu biasanya butuh waktu 2 periode untuk memimpin," ujar Cak Imin saat menghadiri Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).

Menurut Muhaimin, konstitusi harus menjadi pijakan utama dalam membangun koalisi dan menjalankan pemerintahan. Dengan pijakan tersebut, ia meyakini pemerintahan akan semakin kuat. Karena itu, ia menilai seluruh elemen koalisi perlu memberikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo.

"Konstitusi itu adalah pijakan yang tidak boleh berubah. Tidak boleh terombang-ambing. Biar kuat, ya kita harus bisa, biar kuat kita harus bersama Prabowo total," tegas dia.

Konsep Prabowonomics

Selain menegaskan dukungan politik, Muhaimin juga menjelaskan pandangannya mengenai konsep ekonomi yang disebut Prabowonomics. Menurut dia, selama dua dekade terakhir Indonesia terlalu dipengaruhi kondisi eksternal, terutama mekanisme pasar yang dinilai terlalu mendikte arah kebijakan ekonomi nasional.

"Kita merasa 20 tahun terakhir ini diombang-ambingkan oleh keadaan yang kadang-kadang kita di luar jangkauan. Pasar itu terlalu mendikte kita," tuturnya.

Muhaimin mengatakan pemerintahan Prabowo memilih pendekatan berbeda dengan menjadikan konstitusi sebagai pijakan dalam merumuskan kebijakan ekonomi. Pemerintahan saat ini ingin membangun kemandirian ekonomi dan tidak bergantung pada tekanan pasar maupun negara lain.

"Sejak Pak Presiden ini, kita tidak mau didikte oleh pasar. Kita mau pakai jalan sendiri. Apa itu? Konstitusi. Apa itu? Pola pikir ekonomi yang diyakini Pak Prabowo. Kita tulis Prabowonomics. Apa itu? Kemandirian. Tidak bergantung pada negara manapun," jelas Cak Imin.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags