Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke wilayah Iran pada Rabu (22/7) malam, menargetkan sejumlah fasilitas strategis Negeri Para Mullah. Operasi yang berlangsung lima jam itu merupakan perintah langsung Presiden Donald Trump.
Serangan yang disebut sebagai gelombang ke-12 ini menyasar kemampuan maritim Iran, fasilitas penyimpanan rudal dan drone, situs pengawasan pantai, serta aset pertahanan udara. Rekaman yang dirilis Komando Pusat AS (CENTCOM) menunjukkan serangan menghantam fasilitas milik Iran yang tidak disebutkan lokasinya.
Sepanjang Juli 2026, AS telah menghantam puluhan sasaran militer di Iran. Secara bersamaan, Washington juga memblokade jalur pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan Iran.
Artikel Terkait
Pezeshkian: Saatnya Akhiri Perang, Iran di Posisi Kuat
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah