Indonesia Jadi Tuan Rumah Festival Video Anak ASEAN 2027, Targetkan 400 Karya

- Kamis, 23 Juli 2026 | 18:36 WIB
Indonesia Jadi Tuan Rumah Festival Video Anak ASEAN 2027, Targetkan 400 Karya

Indonesia akan menjadi tuan rumah Southeast Asia Video Festival for Children (SEAVFC) 2027. Ajang tahunan yang mempertemukan karya video anak-anak dari negara-negara ASEAN ini diharapkan menjadi momentum mendorong kreativitas generasi muda di era digital.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, menekankan pentingnya pengembangan kreativitas sejak usia dini sebagai investasi menyiapkan generasi yang mampu memanfaatkan teknologi dan mengangkat nilai budaya Indonesia. Dukungan tidak hanya melalui festival, tetapi juga sosialisasi, workshop, pendampingan, dan kurasi karya yang melibatkan sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, serta pelaku industri kreatif di berbagai daerah.

Praktisi penyiaran dan pemerhati program anak, Liza Maria, menilai anak-anak perlu ruang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan kreatif di luar pendidikan formal. "Di era digital seperti sekarang, anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan kreatif seperti menulis cerita, membuat video, fotografi, editing, hingga storytelling. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar mereka mampu bersaing di era globalisasi," ujarnya. Menurutnya, video kini menjadi medium yang dekat dengan keseharian anak sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan mengekspresikan gagasan.

SEAVFC 2027 Angkat Tema "Hear My Voice"

SEAVFC 2027 mengusung tema "Hear My Voice", mengajak anak-anak menyampaikan pandangan, harapan, dan kepedulian terhadap berbagai isu melalui video. Liza menambahkan, tema ini mengingatkan orang tua, guru, dan masyarakat untuk memberi ruang bagi suara anak sebagai bagian dari tumbuh kembang mereka.

Festival akan melibatkan dewan juri dari perfilman, penyiaran, pendidikan, dan industri kreatif. Di Indonesia, kurasi dipimpin Board Member Indonesia Niniek L. Karim bersama Liza Maria, sutradara dan sinematografer Sidi Saleh, serta Sekretaris Jenderal Badan Perfilman Indonesia periode 2024–2026 Judith J. Dipodiputro. Penilaian mencakup aspek storytelling, orisinalitas, kreativitas, kualitas teknis produksi, dan nilai edukasi.

Indonesia Raih Prestasi di Ajang SEAVFC

Indonesia telah berpartisipasi sejak SEAVFC pertama pada 2017. Pada SEAVFC 2024 di Malaysia, film "Tayan Tutu Anakku Satu" produksi Indonesiana TV meraih juara pertama kategori Profesional Fiksi usia 13–17 tahun. Prestasi berlanjut pada 2025 di Thailand, di mana film "Cipak Cipuk" karya Studio Amara Kupang menjadi juara pertama kategori Profesional Fiksi usia 8–12 tahun.

Antusiasme peserta terus meningkat. Pada 2024, panitia menerima lebih dari 200 karya video dari berbagai daerah di Indonesia. Pada 2025, sekitar 100 karya mengikuti seleksi nasional. Menjelang SEAVFC 2027, panitia menargetkan 300 hingga 400 karya dari seluruh Indonesia. Festival ini diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak mengembangkan kemampuan videografi, animasi, penyutradaraan, penulisan naskah, penyuntingan video, hingga produksi konten digital.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags