Bangkai Pan Am yang Hilang 74 Tahun Ditemukan, Tragedi yang Lahirkan Aturan Demonstrasi Keselamatan

- Kamis, 23 Juli 2026 | 15:36 WIB
Bangkai Pan Am yang Hilang 74 Tahun Ditemukan, Tragedi yang Lahirkan Aturan Demonstrasi Keselamatan

Bangkai pesawat Pan American World Airways (Pan Am) Flight 526A, yang dijuluki "Clipper Endeavor", akhirnya ditemukan di dasar laut lepas pantai Puerto Rico setelah 74 tahun hilang. Penemuan yang diumumkan pada Selasa (21/7) ini mengungkap kembali tragedi yang menjadi titik balik dalam sejarah keselamatan penerbangan sipil.

Tim Air/Sea Heritage Foundation bersama Deep Sea Vision menemukan puing pesawat di kedalaman sekitar 600 meter menggunakan drone sonar. Upaya itu didahului oleh penelitian bertahun-tahun terhadap arsip, peta lama, dan dokumen kecelakaan. "Ini adalah salah satu penemuan arkeologi bawah laut paling penting dalam sejarah penerbangan," kata peneliti Russ Matthews. "Kami tahu kami berada di lokasi yang tepat ketika melihat logo Pan Am muncul di layar sonar," lanjutnya.

Pesawat Douglas DC-4 itu jatuh ke laut pada 11 April 1952, sekitar 10 menit setelah lepas landas dari San Juan menuju New York akibat kegagalan dua mesin di sisi kanan. Awalnya, seluruh penumpang selamat saat pesawat jatuh ke laut. Namun, setelah pesawat tenggelam, hanya 17 orang yang selamat dari total 69 penumpang dan awak. Sebanyak 52 orang tewas.

Pencarian dimulai pada 2019 setelah Matthews menemukan laporan tentang label koper milik penumpang yang terdampar di pantai Florida. Berbekal arsip Penjaga Pantai AS, dokumen Pan Am, dan peta lokasi kecelakaan tahun 1952, tim akhirnya menemukan bangkai pesawat pada pencarian pertama di lokasi yang diperkirakan pada Juni 2026. Logo Pan Am di bagian hidung pesawat masih terlihat jelas meski telah berada di dasar laut selama lebih dari tujuh dekade.

Titik Balik Keselamatan Penerbangan Sipil

Kecelakaan tersebut menjadi titik balik keselamatan penerbangan. Saat itu, awak kabin belum diwajibkan memberikan demonstrasi penggunaan sabuk pengaman, jaket pelampung, hingga pintu darurat sebelum lepas landas. Pesawat itu sejatinya mendarat darurat di laut lepas, tetapi banyak korban yang selamat dari pendaratan darurat justru kehilangan nyawa setelah pesawat tenggelam karena tidak mengetahui prosedur evakuasi. Penumpang juga kebingungan menggunakan jaket pelampung dan menemukan pintu keluar darurat saat pesawat mulai tenggelam.

Tragedi Pan Am 526A menjadi salah satu peristiwa yang mendorong perubahan besar dalam standar keselamatan penerbangan sipil. Kini, demonstrasi keselamatan sebelum penerbangan (pre-flight safety briefing) menjadi prosedur wajib di hampir seluruh maskapai di dunia.

Penemuan bangkai pesawat ini akan ditampilkan dalam dokumenter Expedition Unknown di Discovery Channel, sekaligus menutup pencarian yang telah berlangsung selama tujuh tahun.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags