Letda Laut (T) Zul Arsyi, putra seorang petani asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai perwira TNI Angkatan Laut di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pelantikan ini menjadi puncak perjuangan panjang Zul yang sempat berkali-kali gagal dalam seleksi TNI, baik melalui jalur tamtama maupun bintara, sebelum akhirnya berhasil menjadi perwira.
Kegagalan demi kegagalan tidak membuatnya menyerah. Ia terus berusaha hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL) dan dilantik sebagai perwira. "Saya sendiri merasa sangat bangga. Saya tidak menyangka bisa berdiri di sini. Saya sempat ikut tes beberapa kali, baik itu CATAM maupun CABA, dan saya tidak lolos. Saya tidak pernah bermimpi untuk berada di titik ini. Semua berkat kedua orang tua, berkat doa kedua orang tua saya. Bukan saya yang kuat, tapi doa ibu saya yang hebat," ujar Zul di Istana Negara.
Di tengah rasa syukur itu, ada satu pesan Presiden Prabowo yang menancap dalam benaknya saat taklimat pelantikan berlangsung. "Yang paling mengena di hati saya pesan dari Bapak Prabowo adalah untuk selalu tentara itu menjaga rakyat, selalu mengabdi kepada bangsa dan negara," katanya.
Zul juga optimistis Indonesia mampu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui berbagai program yang tengah dijalankan pemerintah, terutama bagi penguatan ketahanan pangan dan energi. "Mungkin untuk Indonesia dengan semboyan Indonesia Emas 2045 dimulai dari Bapak Prabowo seperti dengan menguatkan pada pangan, dengan salah satunya yaitu bahan bakar alternatif B50, salah satu batu loncatan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Selama menempuh pendidikan, tantangan terbesar yang dihadapinya bukan soal fisik atau materi pelajaran, melainkan jarak dengan keluarga yang begitu jauh. Namun, pengorbanan itu terbayar lunas. Zul kini tercatat sebagai perwira TNI AL pertama dari kampung halamannya. "Mungkin suatu kebanggaan bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga tetangga maupun saudara-saudara saya di kampung," pungkasnya.
Kebanggaan Orang Tua
Di sudut lain Istana, kebahagiaan yang sama menyelimuti pasangan Muhammad Akhyar dan Silvasari, kedua orang tua Zul, yang menyaksikan langsung momen putra mereka dilantik menjadi perwira TNI Angkatan Laut. Silvasari mengaku tidak menyangka anaknya mampu meraih cita-cita yang dulu terasa begitu jauh itu. "Merasa bangga. Bangga, ya. Sukses selalu untuk anak. Apa yang dicita-citakan tercapai. Luar biasa, enggak nyangka," ujarnya sambil menahan tangis.
Sementara itu, Muhammad Akhyar, yang sehari-hari bekerja sebagai petani di Sumbawa, berharap putranya menjadi perwira yang mengabdi sepenuh hati kepada bangsa dan negara, sebagaimana pesan yang disampaikan Presiden Prabowo. "Semoga menjadi perwira yang lebih baik, mengabdi kepada negara terus. Pesan Pak Presiden ada satu, jadilah tentara yang kuat, yang bisa membanggakan bangsa dan negara," katanya.
Sebagai petani, Muhammad Akhyar juga merasakan langsung manfaat program swasembada pangan yang dijalankan pemerintah. Ia melihat hasil pertanian kini semakin baik dengan harga komoditas yang terus meningkat. "Saya dari petani, Sumbawa. Alhamdulillah dengan program swasembada pangan hasil tani kita lumayan bagus, harga-harga dari hasil bumi itu melonjak tinggi, bagus sekali ya," ujarnya. Ia berharap berbagai program pemerintah yang berpihak kepada petani terus berlanjut, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. "Semoga Indonesia lebih baik lagi," tutupnya.
Artikel Terkait
Prabowo Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Posisi Wamentan Belum Dibahas
Prabowo Panggil Menteri ke Istana, Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Prabowo Panggil Menteri Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Prabowo Terapkan Potongan Ojol 8 Persen per Juli 2026, Aplikator Bandel Diberi Peringatan