Kisah Anak Petani Sumbawa Gagal Berkali-kali, Akhirnya Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI AL

- Kamis, 23 Juli 2026 | 11:15 WIB
Kisah Anak Petani Sumbawa Gagal Berkali-kali, Akhirnya Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI AL

Letda Laut (T) Zul Arsyi, putra seorang petani asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai perwira TNI Angkatan Laut di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Pelantikan ini menjadi puncak perjuangan panjang Zul yang sempat berkali-kali gagal dalam seleksi TNI, sebelum akhirnya berhasil menembus pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL).

Jalan menuju Istana Negara tidak mudah bagi Zul. Ia beberapa kali gagal saat mengikuti seleksi TNI, baik melalui jalur tamtama maupun bintara. Namun kegagalan demi kegagalan tidak membuatnya menyerah. "Saya sendiri merasa sangat bangga, saya tidak menyangka bisa berdiri di sini. Saya sempat ikut tes beberapa kali, baik itu catam maupun caba dan saya tidak lolos. Saya tidak pernah bermimpi untuk berada di titik ini. Semua berkat kedua orang tua, berkat doa kedua orang tua saya. Bukan saya yang kuat, tapi doa ibu saya yang hebat," ujar Zul di Istana Negara, Kamis (23/7/2026).

Di tengah rasa syukur itu, ada satu pesan Presiden Prabowo yang menancap dalam benaknya saat taklimat pelantikan. "Yang paling mengena di hati saya pesan dari Bapak Prabowo adalah untuk selalu tentara itu menjaga rakyat, selalu mengabdi kepada bangsa dan negara," katanya.

Zul optimistis Indonesia mampu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui berbagai program pemerintah, terutama penguatan ketahanan pangan dan energi. "Mungkin untuk Indonesia dengan semboyan Indonesia Emas 2045 dimulai dari Bapak Prabowo seperti dengan menguatkan pada pangan, dengan salah satunya yaitu bahan bakar alternatif B50, salah satu batu loncatan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Selama menempuh pendidikan, tantangan terbesar yang dihadapinya bukan soal fisik atau materi pelajaran, melainkan jarak dengan keluarga yang begitu jauh. Namun pengorbanan itu terbayar lunas. Zul kini tercatat sebagai perwira TNI AL pertama dari kampung halamannya. "Mungkin suatu kebanggaan bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga tetangga maupun saudara-saudara saya di kampung," ujarnya.

Orangtua Zul, Muhammad Akhyar dan Silvasari, menyaksikan langsung momen putra mereka dilantik menjadi perwira TNI AL. Silvasari mengaku tidak menyangka anaknya mampu meraih cita-cita yang dulu terasa begitu jauh. "Merasa bangga, bangga ya. Sukses selalu untuk anak, apa yang dicita-citakan tercapai. Luar biasa, nggak nyangka," ujarnya sambil menahan tangis.

Sementara itu, Muhammad Akhyar, yang sehari-hari bekerja sebagai petani di Sumbawa, berharap putranya menjadi perwira yang mengabdi sepenuh hati kepada bangsa dan negara. "Semoga menjadi perwira yang lebih baik, mengabdi kepada negara terus. Pesan Pak Presiden ada satu, jadilah tentara yang kuat, yang bisa membanggakan bangsa dan negara," katanya.

Sebagai petani, Muhammad Akhyar juga merasakan langsung manfaat program swasembada pangan yang dijalankan pemerintah. "Alhamdulillah dengan program swasembada pangan hasil tani kita lumayan bagus, harga-harga dari hasil bumi itu melonjak tinggi, bagus sekali ya," ujarnya. Ia berharap berbagai program pemerintah yang berpihak kepada petani terus berlanjut. "Semoga Indonesia lebih baik lagi," tutupnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags