Samsung Galaxy S26 Unggul di AI Slow Motion, iPhone dan Pixel Belum Punya Fitur Serupa

- Rabu, 22 Juli 2026 | 18:06 WIB
Samsung Galaxy S26 Unggul di AI Slow Motion, iPhone dan Pixel Belum Punya Fitur Serupa

Samsung Galaxy S26 Series, khususnya varian Ultra, menjadi ponsel paling mumpuni untuk mengubah video biasa menjadi slow motion berkat fitur Instant Slow-mo berbasis Galaxy AI. Teknologi ini menghasilkan frame tambahan di antara frame asli sehingga gerakan terlihat lebih halus tanpa perlu merekam ulang.

Google Pixel 10 menempati posisi kedua berkat kualitas video dan stabilisasi Video Boost, sementara iPhone 17 berada di urutan ketiga dengan slow motion native paling halus di kelasnya hingga 4K/120fps pada varian Pro. Namun, baik Pixel maupun iPhone belum mengadopsi konversi AI dari video biasa seperti yang dimiliki Samsung.

Perbedaan mendasar terletak pada pendekatan: Galaxy S26 menggunakan interpolasi frame secara native untuk mengubah video biasa menjadi slow motion, sedangkan Google Pixel dan iPhone lebih mengandalkan pengaturan kecepatan, rekaman ber-frame rate tinggi, serta pemrosesan video pendukung.

Apa itu AI Slow Motion?

AI slow motion adalah teknologi yang memperlambat video dengan bantuan kecerdasan buatan. Berbeda dari metode biasa yang hanya menampilkan frame asli lebih lama, AI menganalisis pergerakan objek lalu menciptakan sejumlah frame baru di antara frame yang sudah ada proses yang dikenal sebagai frame interpolation.

Sebagai contoh, video standar 30 fps hanya memiliki 30 frame dalam satu detik. Ketika diperlambat menjadi seperempat kecepatan tanpa interpolasi, gerakannya berpotensi terlihat patah-patah karena jumlah informasi visual terbatas. AI mengatasi masalah ini dengan memperkirakan posisi objek pada momen yang tidak terekam kamera, lalu menyisipkan frame tambahan agar transisi gerakan terlihat lebih kontinu.

Apa Bedanya AI Slow Motion dan Slow Motion Biasa?

Slow motion biasa memerlukan video yang sejak awal direkam pada frame rate tinggi, misalnya 120 fps atau 240 fps. Ketika diputar pada 30 fps, rekaman tersebut dapat diperlambat empat hingga delapan kali tanpa kehilangan banyak kelancaran gerak. Sementara itu, AI slow motion dapat bekerja pada video yang direkam dalam mode normal. AI membentuk frame tambahan untuk mengisi kekosongan gerakan.

Perbedaan inilah yang membuat fitur seperti Instant Slow-mo di Samsung Galaxy S26 Series relevan bagi pengguna yang baru menyadari setelah merekam bahwa suatu momen akan terlihat lebih menarik dalam gerak lambat.

Rekomendasi HP Terbaik untuk AI Slow Motion

1. Samsung Galaxy S26 Series

Galaxy S26 mewarisi dan menyempurnakan Instant Slow-Mo, fitur Galaxy AI yang pertama kali diperkenalkan di Galaxy S24. Cukup buka video apa pun di aplikasi Galeri, lalu tekan dan tahan layar AI akan langsung menghasilkan frame tambahan dan menampilkan pratinjau slow motion secara instan, dengan pilihan kecepatan dari 1/8x hingga 2x. Semua diproses on-device, tanpa unggah ke cloud.

Kelebihan: Satu-satunya yang bisa mengubah video biasa jadi slow motion halus tanpa rekam ulang. Proses instan, langsung di Galeri, tanpa internet. Bisa diterapkan ke video apa pun, termasuk video lama atau kiriman orang lain. Kecepatan bisa disesuaikan per bagian video (1/8x–2x).

Kekurangan: Kualitas frame AI tetap bergantung pada gerakan asli di video gerakan sangat cepat atau kacau berisiko artefak. Mode 960fps (Super Slow-mo) tetap dibatasi resolusi 720p, untuk 4K/120fps harus pakai varian Ultra. Fitur premium seperti ini baru maksimal di lini Galaxy S/Fold/Flip terbaru.

2. Google Pixel 10

Pixel 10 mengandalkan Video Boost, fitur AI berbasis cloud yang memperbaiki eksposur, warna, noise, dan stabilisasi video bahkan bisa upscale ke 8K di varian Pro. Namun, Video Boost dirancang untuk meningkatkan kualitas video, bukan menghasilkan slow motion dari video berkecepatan normal. Fitur ini juga eksklusif untuk varian Pro.

Kelebihan: Kualitas video kuat berkat komputasi Tensor dan Video Boost (varian Pro). Stabilisasi kelas atas, cocok untuk konten dinamis seperti olahraga atau vlog. Integrasi mulus dengan Google Photos untuk edit lanjutan.

Kekurangan: Belum punya fitur AI untuk mengonversi video biasa jadi slow motion. Video Boost perlu proses di cloud dan koneksi internet, tidak instan. Video Boost hanya tersedia di varian Pixel 10 Pro. Belum dijual resmi di Indonesia.

3. Apple iPhone 17

iPhone 17 mendukung slow motion native hingga 1080p/120fps, sementara varian iPhone 17 Pro dan Pro Max melangkah lebih jauh dengan slow motion 4K/120fps atau 1080p/240fps kombinasi resolusi dan frame rate yang jarang ditemukan di smartphone lain. Namun, ini murni hasil rekam hardware, belum ada fitur Apple Intelligence yang bisa mengubah video biasa menjadi slow motion setelah direkam.

Kelebihan: Kualitas rekaman slow motion native paling halus dan konsisten di kelasnya. Varian Pro mendukung slow motion 4K/120fps. Ekosistem edit (Photos, iMovie, Final Cut) yang matang untuk pasca-produksi.

Kekurangan: Belum ada fitur AI untuk mengubah video biasa jadi slow motion. Apple Intelligence saat ini lebih fokus ke teks, gambar, dan asisten, belum menyentuh interpolasi video. Slow motion resolusi tertinggi (4K/120fps) hanya ada di varian Pro/Pro Max.

HP Mana yang Paling Cocok untuk Kebutuhan Pengguna?

Pilihan terbaik tetap bergantung pada jenis konten yang paling sering dibuat. Berikut pemetaannya untuk kebutuhan sehari-hari:

Rekaman olahraga: AI slow motion dapat memperjelas gerakan olahraga, seperti lompatan lay up basket, tendangan bola futsal, hingga ayunan raket padel. Super Slow-mo di Galaxy S26 (960fps) atau mode 4K/120fps di iPhone 17 Pro unggul karena merekam detail gerakan asli, bukan rekaan AI.

Video hewan peliharaan: Gerakan hewan sering berlangsung terlalu cepat untuk diprediksi. Instant Slow-Mo Samsung unggul di area ini. Momen kucing melompat atau anjing berlari yang tidak sempat direkam dalam mode slow-mo tetap bisa diselamatkan jadi slow motion setelah kejadian.

Cinematic B-roll: Gerakan kain, rambut, kopi yang dituangkan, asap, percikan air, atau orang berjalan dapat terlihat lebih dramatis saat diperlambat. iPhone 17, terutama varian Pro dengan ProRes, bisa dimanfaatkan videografer untuk B-roll sinematik, sementara Instant Slow-mo Samsung berguna untuk menambah variasi shot tanpa alat tambahan.

Konten travel: Dalam video travel, gerak lambat dapat digunakan untuk menonjolkan ombak, kendaraan, lanskap dari jendela, aktivitas pasar, hingga ekspresi orang. Pixel 10 dengan Video Boost cocok untuk travel vlog yang mengutamakan kualitas warna dan stabilisasi, sementara Instant Slow-mo Samsung memudahkan membuat momen cinematic dari klip singkat saat traveling, tanpa persiapan.

Instagram Reels & TikTok: Efek slow motion efektif untuk membangun hook, menekankan transisi, atau menahan perhatian penonton pada momen tertentu. Instant Slow-mo Samsung sangat pas untuk konten Reels dan TikTok, karena kreator bisa langsung memperlambat bagian video paling menarik tanpa berpindah ke aplikasi edit lain.

Produksi konten harian: AI slow motion juga berguna untuk tutorial, konten kuliner, beauty, otomotif, unboxing, dan demonstrasi produk. Instant Slow-mo efisien untuk kreator yang mengejar kecepatan produksi konten setiap hari.

FAQ: Pertanyaan Terpopuler Seputar AI Slow Motion

Bisakah AI slow motion diterapkan pada video lama? Bisa, selama fiturnya berbasis AI frame generation seperti Instant Slow-Mo di Galaxy AI. Fitur ini bekerja pada video apa pun yang tersimpan di galeri, termasuk video lama atau kiriman dari orang lain, bukan hanya video yang baru direkam.

Apakah AI slow motion membutuhkan koneksi internet? Tidak untuk Instant Slow-Mo di Samsung Galaxy, karena diproses langsung di perangkat (on-device) tanpa unggah ke cloud. Sebaliknya, fitur AI video lain seperti Video Boost di Pixel justru membutuhkan koneksi internet karena diproses di server Google.

HP mana yang terbaik untuk AI slow motion? Untuk kategori AI slow motion dari video biasa, Samsung Galaxy S26 lewat Instant Slow-Mo praktis tanpa penantang langsung saat ini. Untuk slow motion native beresolusi tinggi, iPhone 17 Pro unggul berkat kemampuan 4K/120fps.

Apa perbedaan slow motion biasa dan AI slow motion? Slow motion biasa merekam lebih banyak frame per detik sejak awal dan harus diaktifkan sebelum merekam. AI slow motion menganalisis video yang sudah direkam di kecepatan normal, lalu menghasilkan frame tambahan secara otomatis setelah video jadi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags