Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay Diduga Diculik, Polisi Temukan Fakta Keberangkatan ke Malaysia

- Rabu, 22 Juli 2026 | 09:00 WIB
Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay Diduga Diculik, Polisi Temukan Fakta Keberangkatan ke Malaysia

Atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (13/7) malam. Peristiwa itu dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat oleh temannya berinisial NA dengan nomor laporan LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra membenarkan penerimaan laporan tersebut. "Betul ada laporannya di Polres Jakpus. Sampai dengan saat ini masih kita lakukan penyelidikan untuk mencari faktanya," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/7).

Kuasa hukum keluarga, Andi Darti, mengungkapkan peristiwa terjadi sekitar pukul 19.45 WIB di Restoran Saung Kita. Menurut Andi, sesaat sebelum acara dimulai, korban tiba-tiba ditutup matanya lalu diangkat oleh dua pria bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam. "Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (20/7). "Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi. Menurut keterangan saksi, terdapat sekitar lima orang laki-laki di lokasi pada saat peristiwa berlangsung," imbuhnya.

Sejak kejadian itu, Jesslyn tidak dapat dihubungi oleh keluarga maupun teman-temannya. Telepon selulernya juga tidak bisa diakses. "Kami berharap Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan langkah-langkah penyelidikan secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel," tutur Andi.

Terdeteksi Tinggalkan Indonesia ke Malaysia Via Semarang

Polisi menemukan fakta bahwa Jesslyn meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Semarang sehari setelah peristiwa yang dilaporkan. Berdasarkan manifes penerbangan yang diterima penyidik, Jesslyn berangkat pada 14 Juli bersama dua orang yang memiliki hubungan keluarga, termasuk ayahnya. "Namun, setelah kita lakukan rangkaian kegiatan, ternyata yang bersangkutan, kejadian tersebut tanggal 13, tanggal 14 yang bersangkutan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berdasarkan manifes yang kami terima bersama dengan dua orang lainnya yang diketahui ada hubungan keluarga dengan J," kata Roby, Selasa (21/7). "Sampai saat ini, kami masih mengundang kedua orang tersebut, termasuk ayahnya, untuk memberikan keterangan terkait peristiwa ini," tambahnya.

Roby menjelaskan, polisi masih mendalami apakah peristiwa yang dilaporkan merupakan tindak pidana. Penyidik menemukan fakta adanya dugaan korban dibawa secara paksa ke dalam mobil oleh empat hingga lima orang. "Kami dari Polres Metro Jakarta Pusat masih melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan apakah peristiwa ini sebuah perbuatan pidana atau tidak," ujarnya. Dalam penyelidikan, polisi tidak menemukan rekaman CCTV yang mengarah ke lokasi kejadian. Meski demikian, sejumlah saksi mengaku melihat peristiwa tersebut. "Untuk CCTV di lokasi, kebetulan tidak ditemukan CCTV yang mengarah ataupun merekam kejadian tersebut. Namun, keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi memang menyampaikan ada kejadian tersebut," ucap Roby. Hingga kini polisi juga belum menemukan indikasi adanya permintaan uang tebusan.

Penyelidikan Tetap Berlanjut

Meski laporan dugaan penculikan telah dicabut oleh pelapor NA pada Minggu (19/7), penyelidikan tetap berjalan. Polisi ingin memastikan kondisi korban sekaligus ada atau tidaknya unsur pidana. "Namun kami, dari Polres Metro Jakarta Pusat, dari Satreskrim dan juga dari Unit Sat Perlindungan Perempuan dan Anak, masih belum menghentikan penyelidikan sampai dengan dapat memastikan keamanan dan keselamatan korban, dan juga memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan perbuatan pidana," ujar Roby.

Calon Suami Jesslyn Datangi Polres Jakpus

Calon suami Jesslyn, Evan (37), mendatangi Mapolres Metro Jakarta Pusat, Selasa (21/7). Evan mengatakan laporan yang dilayangkan NA akan dicabut, lalu dia akan membuat laporan baru. "Alasan dicabut adalah karena saya orang yang lebih berkepentingan dalam menemukan Jesslyn, dalam hal ini karena saya calon suaminya. Dan juga karena Nesya sebagai pelapor merasa terganggu dengan orang-orang yang telepon dia," kata Evan. Namun, rencana pencabutan laporan belum dapat dilakukan karena penyidik masih mempertahankan laporan yang telah dibuat. "Kasat Reskrim belum mengizinkan untuk dicabut. Karena alasan pencabutan itu kan sebenarnya saya yang lebih berkepentingan untuk menemukan Jesslyn sebagai calon suami," kata Evan.

Kuasa hukum Evan, Andi Darti, menjelaskan proses penyelidikan akan tetap berjalan meski pelapor berganti. "LP-nya tetap. Ini kan delik biasa. Mau pelapornya siapa juga tidak ada masalah," kata Andi. Ia menambahkan, dugaan penculikan merupakan delik biasa sehingga tidak bergantung pada siapa pelapornya. "Kalau kami berharap memang ini harus diselidiki karena ini merupakan delik biasa. Jadi laporan dicabut pun perkara tetap akan jalan," lanjut Andi. Hingga kini, Evan terus berkoordinasi dengan penyidik dan berharap calon istrinya segera ditemukan. "Sekarang saya fokus berkomunikasi dengan pihak kepolisian untuk mencari bukti-bukti dan petunjuk-petunjuk baru supaya Jesslyn bisa cepat ditemukan dan kembali menjalani kehidupannya yang normal," tutur Evan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags