I.League resmi mengubah regulasi kompetisi Championship untuk musim 2026-2027 yang akan bergulir pada September mendatang, dengan salah satu keputusan paling krusial adalah pemindahan laga play-off promosi dan degradasi ke tempat netral. Kebijakan ini menandai pergeseran signifikan dari musim sebelumnya, di mana tim dengan perolehan poin lebih tinggi masih menikmati keuntungan bermain di kandang sendiri pada babak penentuan tersebut.
Kompetisi kasta kedua sepak bola nasional ini tetap mempertahankan format yang sama seperti musim lalu. Sebanyak 20 tim peserta akan dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing berisi sepuluh tim. Setiap grup akan menjalani pertandingan dengan sistem triple round-robin, kemudian dilanjutkan ke babak play-off promosi, play-off degradasi, dan partai final. Secara keseluruhan, sebanyak 273 pertandingan akan berlangsung hingga Mei 2027.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa perubahan venue ini dilakukan demi menjaga aspek kompetitif dan netralitas pertandingan. Menurutnya, tidak boleh ada tim yang mendapatkan keuntungan kandang pada momen-momen penentuan yang sangat penting tersebut.
“Untuk play-off promosi maupun degradasi, rencananya akan dimainkan di tempat netral,” kata Asep saat acara League Talk di Kantor I.League, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Di luar perubahan venue, I.League juga menetapkan kewajiban menit bermain bagi pemain U21 sebagai bagian dari regulasi yang mendukung pengembangan pemain muda di kompetisi ini. Sementara itu, format partai final tidak mengalami perubahan. Tim dengan performa lebih baik selama fase grup, yang dinilai dari perolehan poin, tetap berhak menjadi tuan rumah pada laga penentuan juara.
“Sedangkan partai penentuan juara tetap menggunakan sistem kandang milik tim dengan unggulan terbaik atau yang memiliki perolehan poin lebih tinggi dari masing-masing grup,” jelas Asep.
Keputusan untuk memindahkan laga play-off ke tempat netral tidak terlepas dari pengalaman pahit musim lalu. Saat itu, kekalahan Persipura Jayapura dari Adhyaksa FC dalam laga play-off promosi memicu kerusuhan yang dilakukan oleh oknum suporter yang tidak puas dengan hasil tersebut dan kegagalan tim kesayangan mereka untuk promosi ke Super League. Insiden ini menjadi salah satu latar belakang penting mengapa I.League memutuskan untuk menggelar pertandingan play-off di venue netral guna menjaga keamanan dan sportivitas pertandingan.
Musim lalu, Garudayaksa FC keluar sebagai juara setelah mengalahkan PSS Sleman lewat adu penalti 4-3, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Satu tiket promosi lainnya diraih oleh Adhyaksa FC yang berhasil menumbangkan tuan rumah Persipura Jayapura 1-0 dalam laga play-off promosi.