Harga buyback emas Antam kembali merosot pada perdagangan Kamis (18/6/2026), menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat tercatat beberapa bulan lalu. Berdasarkan data dari Logam Mulia, harga buyback emas produksi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun sebesar Rp39.000 menjadi Rp2.475.000 per gram. Penurunan ini membuat harga kembali terpaut jauh dari level all time high (ATH) yang pernah disentuh di angka Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026.
Buyback merupakan harga yang digunakan oleh Antam ketika membeli kembali emas batangan dari nasabah, khususnya untuk ukuran satu gram. Pergerakan harga ini umumnya mengikuti dinamika harga emas di pasar global. Dalam transaksi buyback, harga yang ditawarkan biasanya lebih rendah dibandingkan harga jual saat itu. Meski demikian, keuntungan tetap bisa diperoleh apabila terdapat selisih yang cukup besar antara harga beli awal dan harga buyback yang berlaku.
Perlu dicatat, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarifnya sebesar 1,5 persen, sementara bagi yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif 3 persen. Pajak ini langsung dipotong dari total nilai buyback yang diterima nasabah.
Sementara itu, pelemahan harga emas Antam sejalan dengan tekanan yang dialami emas dunia. Harga emas global melemah setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Berdasarkan data Kitco, harga emas ditutup turun 1,7 persen atau 73,6 poin ke level US$4.275,65 per troy ounce pada perdagangan Rabu (17/6/2026).
The Fed pada Rabu lalu mempertahankan federal funds rate di kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen. Keputusan ini menjadi hasil pemungutan suara pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh dan disetujui secara bulat oleh seluruh anggota Federal Open Market Committee (FOMC). Dalam pernyataannya, bank sentral AS menilai aktivitas ekonomi masih tumbuh solid di tengah tingginya ketidakpastian yang sebagian dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah.
The Fed juga mengakui bahwa inflasi masih berada di atas target dua persen, antara lain disebabkan oleh gangguan pasokan yang mendorong kenaikan harga di sejumlah sektor, termasuk energi. Respons pasar terhadap sikap The Fed yang cenderung hawkish langsung terlihat. Harga emas spot tercatat turun 0,94 persen ke level US$4.290,52 per troy ounce setelah pengumuman hasil rapat tersebut.
Artikel Terkait
Disclosure Day Raup Rp1,85 Triliun dalam Sepekan, Posisi Teratas Box Office Belum Tergeser
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Hampir Rampung, Target Beroperasi Juli 2026
PSI Bantah Tudingan PDIP soal Jokowi Ajak Kader Pindah Partai
Pemerintah Minta Pengelola GBK Perhatikan Nasib Karyawan Eks Hotel Sultan Pasca Eksekusi Aset