IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Analis Rekomendasikan Cermati Saham AMRT dan TINS

- Kamis, 18 Juni 2026 | 06:31 WIB
IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Analis Rekomendasikan Cermati Saham AMRT dan TINS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini, Kamis (18/6/2026), setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah 0,55 persen ke level 6.220. Pelemahan tersebut turut diiringi oleh meningkatnya volume aksi jual di pasar.

Analis MNC Sekuritas dalam risetnya mengungkapkan bahwa pergerakan IHSG saat ini tengah berada pada fase wave [iv] dari wave 3. Meskipun demikian, potensi penguatan masih terbuka dengan target uji level 6.476 hingga 6.577. Namun, para pelaku pasar tetap diminta mewaspadai kemungkinan koreksi lanjutan yang dapat membawa indeks ke area support 6.113 hingga 6.176.

Secara teknikal, level support IHSG untuk hari ini diproyeksikan berada di posisi 5.784 dan 5.594. Sementara itu, level resistance terpantau pada angka 6.286 dan 6.459. Dalam kondisi pasar yang fluktuatif ini, sejumlah saham dinilai menarik untuk dicermati berdasarkan analisis pergerakan gelombang.

Salah satunya adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang direkomendasikan dengan strategi trading buy. Saham emiten ritel ini tercatat menguat 2,89 persen ke Rp1.425, didominasi oleh volume pembelian. Pergerakannya masih berada di antara rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) dan 60 hari (MA60). Analis memperkirakan AMRT tengah berada pada wave [iv] dari wave C, dengan rentang beli ideal antara Rp1.305 hingga Rp1.380, target harga Rp1.470 dan Rp1.535, serta level stoploss di bawah Rp1.295.

Di sisi lain, PT Timah (Persero) Tbk (TINS) direkomendasikan dengan strategi buy on weakness. Saham perseroan terkoreksi 1,72 persen ke Rp3.540, diiringi tekanan jual yang cukup dominan. Pergerakan TINS dinilai belum mampu menembus MA60, dan saat ini diperkirakan berada pada wave (B) dari wave [B]. Rentang akumulasi yang disarankan adalah Rp3.130 hingga Rp3.380, dengan target harga Rp3.710 dan Rp3.940, serta stoploss di bawah Rp3.100.

Sementara itu, dua saham lainnya justru direkomendasikan untuk dilepas. PT Elnusa Tbk (ELSA) mendapat rekomendasi sell on strength setelah menguat 0,82 persen ke Rp615. Meski naik, saham ini masih didominasi tekanan jual dan belum mampu menembus MA20. Posisi ELSA diperkirakan berada di awal wave (5) dari wave [C], sehingga rawan terkoreksi ke kisaran Rp486 hingga Rp535. Level jual yang disarankan berada di rentang Rp620 hingga Rp635.

Hal serupa juga berlaku bagi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP). Saham ini terkoreksi 0,97 persen ke Rp7.650 dan masih didominasi tekanan jual. Pergerakannya belum berhasil menembus MA20, dan analis memperkirakan INKP tengah berada di awal wave [v] dari wave C dari wave (B). Dengan demikian, saham ini dinilai rawan melanjutkan koreksi menuju area Rp6.050 hingga Rp6.525. Level jual yang direkomendasikan adalah Rp7.875 hingga Rp8.175.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar