Kesepakatan Damai AS-Iran Masih Diselimuti Ketidakjelasan, Poin Nuklir Jadi Perdebatan

- Rabu, 17 Juni 2026 | 05:45 WIB
Kesepakatan Damai AS-Iran Masih Diselimuti Ketidakjelasan, Poin Nuklir Jadi Perdebatan

Rencana perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat masih diselimuti ketidakjelasan, meskipun ada klaim bahwa kesepakatan telah ditandatangani. Teks perjanjian damai yang disebut-sebut telah diteken oleh kedua belah pihak belum bisa dipublikasikan secara utuh, meninggalkan sejumlah pertanyaan di kalangan pengamat internasional.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan ini telah resmi ditandatangani. Sementara itu, Wakil Presiden AS, Vance, mengungkapkan kepada NBC News bahwa salah satu poin utama dalam perjanjian tersebut adalah kewajiban bagi pengawas nuklir untuk kembali ke Iran. Vance menegaskan bahwa hal ini merupakan bagian inti dari kesepakatan yang telah dirancang.

“Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Amerika Serikat akan membantu Iran menghancurkan persediaan uranium yang sangat diperkaya. Hal itu dijelaskan dengan sangat jelas dalam nota kesepahaman (MoU),” ujar Vance.

Ia menambahkan bahwa jadwal untuk inspeksi nuklir dapat dirumuskan pada hari Jumat mendatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan mengenai masalah khusus ini, sehingga prosesnya diperkirakan berlangsung cepat. “Ada kesepakatan luas tentang hal ini; seharusnya terjadi dengan sangat cepat,” katanya.

Namun, pernyataan dari pihak Iran menunjukkan adanya perbedaan pandangan. Sejumlah pejabat Iran sebelumnya menegaskan bahwa negosiasi mengenai masalah nuklir baru akan digelar setelah perjanjian awal ditandatangani. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, saat mengumumkan MoU pada hari Senin, juga menyatakan bahwa “negosiasi untuk perjanjian akhir akan ditunda hingga pihak lain memenuhi kewajibannya berdasarkan kesepakatan awal.”

Perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Senin (15/6). Dalam pernyataannya, Sharif mengungkapkan bahwa Washington dan Teheran sepakat untuk menyatakan penghentian pertempuran secara segera dan permanen di semua front, termasuk di Lebanon.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags