50 Calon Pekerja Migran Indonesia Dibekali Pelatihan Komunikasi Global Sebelum Berangkat ke Jepang

- Rabu, 17 Juni 2026 | 00:30 WIB
50 Calon Pekerja Migran Indonesia Dibekali Pelatihan Komunikasi Global Sebelum Berangkat ke Jepang

Sebanyak 50 calon pekerja migran Indonesia mengikuti program Penguatan Komunikasi Global dalam rangkaian kegiatan SMK Go Global yang digelar di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ISO Japan, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin (15/6). Program ini diinisiasi oleh mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina yang berkolaborasi dengan LPK ISO Japan serta mendapat dukungan dari PT Pupuk Indonesia Logistik. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam mempersiapkan tenaga kerja muda yang siap bersaing di pasar global.

Para peserta menjalani sesi pelatihan dengan metode berdiri, sesuai dengan kebiasaan pembelajaran yang diterapkan di LPK ISO Japan. Metode ini dipilih untuk membiasakan calon pekerja migran bertahan bekerja dalam waktu lama, terutama di sektor manufaktur yang menjadi salah satu bidang utama penempatan di Jepang. Materi yang diberikan mencakup tiga sesi utama yang dirancang sesuai kebutuhan di negara penempatan.

Sesi pertama menghadirkan jurnalis Kompas TV, Valentina Sitorus, yang memberikan pelatihan Public Speaking di Negeri Penempatan. Selanjutnya, sesi kedua bertajuk “Branding Diri: Menjadi Wajah Indonesia di Luar Negeri” diisi oleh edukator Anissa Nurul Rahma. Sesi ketiga, “Bijak Bermedia Sosial di Jepang,” dibawakan oleh Fifa Chazali dari Tirto.id. Ketiga materi ini diharapkan membekali para calon pekerja migran dengan kemampuan komunikasi dan manajemen diri yang mumpuni.

Ketua Pelaksana acara, Andreas Wellman Marbun, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para peserta yang mengikuti kegiatan dari pagi hingga sore. Menurutnya, kesuksesan Jepang tidak dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui filosofi Kaizen, yaitu perubahan bertahap menuju perbaikan berkelanjutan.

“Hari ini kami memberikan materi soal komunikasi untuk menjadi bekal di Jepang. Kemudian dibawa kembali ke Indonesia dan disebarkan ke teman-teman Indonesia,” ujar Andreas.

Ia juga mengapresiasi kerja keras para peserta yang telah menjalani pelatihan selama beberapa bulan terakhir dan akan segera berangkat ke Negeri Sakura. “Semoga sukses untuk teman-teman nanti di sana, semoga bisa membawa nama baik keluarga dan membahagiakan keluarga,” kata dia.

Sementara itu, Dosen Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial Universitas Paramadina, Dwi Purbaningrum, mengaku terkesan dengan model pembelajaran yang diterapkan pada lulusan SMK di LPK ISO Japan. Menurutnya, lulusan SMK memiliki potensi besar untuk bekerja di luar negeri, namun perlu dibekali ilmu manajemen diri, komunikasi, dan pemahaman tentang budaya negara penempatan.

“Bagi saya lulusan SMK punya potensi untuk bekerja di luar negeri, cuma mereka harus dibekali dengan ilmu terkait manajemen diri, komunikasi, dan pembelajaran di negara penempatan,” tutur Dwi.

Presiden Direktur PT Bersama yang menaungi LPK ISO Japan, Yadi Suryadi, menyambut baik kolaborasi dengan mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut untuk membuka wawasan para siswa. Yadi mengakui bahwa pihaknya masih memiliki keterbatasan dalam ilmu komunikasi, sehingga kehadiran para mahasiswa menjadi nilai tambah.

“Kami sangat senang, ini akan menjadi nilai plus. Saya katakan kepada anak-anak, coba lihat dan adopsi serta terapkan. Karena tidak hanya bekerja, tapi mereka harus menjadi wajah Indonesia dengan pola komunikasi yang baik,” ujar Yadi.

Salah satu peserta, Diah Revani (21), lulusan SMK dari Indramayu, mengaku kegiatan tersebut sangat seru, terutama sesi kedua yang menghadirkan hipnoterapi. “Kegiatan ini sangat memotivasi kami. Kami berharap tim kami yang akan segera berangkat nanti diperlancar, dan ilmu yang kami dapat hari ini menjadi bekal. Terima kasih untuk Universitas Paramadina,” tuturnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags