Direktorat Jenderal Imigrasi membuka layanan pengurusan paspor di tengah keramaian acara car free day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi. Langkah ini diambil untuk memberikan alternatif bagi masyarakat yang memiliki kesibukan pada hari kerja sehingga tidak sempat mengurus dokumen perjalanan tersebut di kantor imigrasi.
Sejumlah warga pun sengaja datang ke lokasi CFD untuk memanfaatkan layanan tersebut. Salah satunya adalah Dimas (26), warga Jakarta yang mengaku terbantu karena tidak perlu mengambil cuti atau meninggalkan pekerjaan. Ia menjelaskan bahwa proses pendaftaran hingga pengurusan paspor berlangsung cepat dan sederhana.
“Kebetulan saya lagi daftar di M-Paspor, terus saya periksa semua jadwal, dan kebetulan pas saya klik hari Minggu, ada di sini dan lumayan ngebantu banget sih. Karena di hari-hari itu kan ada kesibukan kerja. Jadi jelas saya nggak bisa di hari kerja,” kata Dimas ditemui usai mengurus paspornya di depan Wisma KEIAI, Jakarta Pusat, Minggu (24/5/2026).
Menurut Dimas, pelayanan yang diberikan petugas imigrasi terbilang cepat, terutama bagi pemohon yang hanya melakukan perpanjangan. Ia menyebut dokumen yang diperlukan pun tidak rumit. “Pelayanannya cepat, terutama kalau misalkan cuma untuk perpanjangan. Saya persyaratannya cuma paspor lama, KTP, nggak ada permasalahan apa-apa lah, gampang,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran layanan paspor di CFD membuat jangkauan pelayanan imigrasi menjadi lebih luas. Menurutnya, langkah ini sudah tepat karena mampu menjangkau masyarakat yang selama ini mungkin kesulitan mengakses layanan serupa pada hari kerja. “Oh cocok banget. Jadi untuk secara audience juga lebih luas target pasarnya. Iya, lebih menjangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Mikaela (22), seorang mahasiswa asal Sidoarjo, Jawa Timur yang tengah menempuh studi di Jakarta, juga memanfaatkan layanan tersebut. Ia berniat memperpanjang paspornya yang masa berlakunya akan habis pada tahun 2027. Namun, ia merasa lebih aman jika mengurus perpanjangan lebih awal. “Jadi paspor aku dulu urus tahun 2022 dan bakal habis tahun 2027. Cuman kalau udah tahun 2026 kayaknya mepet banget deh kalau mau ke mana-mana. Jadi mending aku perpanjang dari sekarang,” ujar Mikaela ditemui usai mengurus paspornya.
Mikaela mengaku mengetahui informasi tentang layanan ini dari media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. Dari sana, ia kemudian mendaftar melalui aplikasi M-Paspor dan memilih jadwal di hari Minggu. “Aku waktu itu lihat di Twitter sih karena awalnya aku cek M-Paspor tuh yang hari biasa udah pada habis. Dan ternyata aku baru tahu kalau di CFD itu juga ada, jadi aku daftar yang CFD,” katanya.
Menurut Mikaela, keberadaan layanan paspor di CFD membuat proses pengurusan menjadi lebih mudah. Ia menceritakan bahwa setelah mengambil antrean melalui aplikasi, ia hanya perlu datang, melengkapi berkas, dan menunggu panggilan. “Jadi lebih mudah banget karena bisa ambil antrean juga di M-Paspor, terus ke sini tinggal regist urang dan bawa barang-barangnya, terus tinggal dipanggil deh,” katanya.
Artikel Terkait
Kebakaran di Kalideres Hanguskan Lapak dan Tiga Rumah Kontrakan, Kerugian Capai Rp1 Miliar
Ketua Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Kesiapsiagaan Jelang Puncak Haji di Armuzna
Polrestabes Makassar Bongkar Jaringan Narkoba Jakarta-Riau, Amankan 6 Kg Sabu dan 7 Tersangka
Barcelona Tutup Musim dengan Kekalahan 1-3 dari Valencia, Hansi Flick Kritik Menurunnya Fokus Pemain