Kanwil Kemenhaj Sulsel Imbau Jemaah Haji Tak Unggah Kartu Nusuk ke Medsos demi Cegah Penyalahgunaan Data

- Rabu, 13 Mei 2026 | 06:45 WIB
Kanwil Kemenhaj Sulsel Imbau Jemaah Haji Tak Unggah Kartu Nusuk ke Medsos demi Cegah Penyalahgunaan Data

Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan mengeluarkan imbauan tegas kepada para calon jemaah haji yang telah memperoleh Kartu Nusuk Haji agar tidak mengunggah dokumen tersebut ke media sosial. Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, menegaskan bahwa Kartu Nusuk Haji merupakan kartu identitas resmi yang diterbitkan langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, sehingga memuat data pribadi yang sangat lengkap dan sensitif.

"Sebaiknya jangan diunggah ke medsos karena Kartu Nusuk itu adalah kartu identitas setiap calon haji dan itu memuat data lengkap setiap pemegangnya," ujar Ikbal di Makassar, Selasa, 12 Mei 2026.

Ikbal yang juga menjabat sebagai Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menjelaskan, fungsi Kartu Nusuk sangat vital karena di dalamnya tersimpan beragam informasi penting. Mulai dari identitas lengkap pemegang, data layanan transportasi, pemondokan, konsumsi, hingga kode batang atau barcode yang bersifat unik dan personal.

"Jadi jangan sampai ini difoto lalu disebarluaskan. Biasa ada orang saking senangnya hingga membuat dokumentasi dan mengunggah di media sosialnya. Sebaiknya itu tidak dilakukan," kata dia menambahkan.

Menurut Ikbal, penyebaran foto Kartu Nusuk di platform media sosial membuka celah bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk menyalahgunakan data tersebut. Salah satu risiko yang mengintai adalah potensi penipuan yang memanfaatkan informasi pribadi jemaah.

Di sisi lain, Kartu Nusuk merupakan dokumen utama yang wajib dibawa setiap jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Ikbal menerangkan, jika jemaah tidak membawa kartu tersebut, mereka bisa ditolak masuk ke kawasan Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf maupun sa'i. Tidak hanya itu, kartu identitas ini juga menjadi syarat mutlak bagi jemaah untuk memasuki kawasan Arafah saat puncak ibadah haji berlangsung.

Selain mengingatkan tentang kerahasiaan Kartu Nusuk, Ikbal juga meminta para jemaah untuk menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta saling membantu antarsesama jemaah selama berada di Tanah Suci.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar