JAKARTA - Kabar soal kenaikan harga BBM sempat beredar luas awal bulan ini. Tapi, faktanya, hingga hari Minggu (5/4/2026) ini, harga di SPBU Pertamina tetap stabil. Tidak ada perubahan.
Kepastian ini datang langsung dari pihak Pertamina Patra Niaga. Melalui Corporate Secretary-nya, Roberth MV, perusahaan menegaskan komitmennya mengikuti arahan pemerintah.
“Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM," ucap Roberth.
Lantas, bagaimana dengan tekanan lonjakan harga minyak dunia yang seharusnya berdampak? Rupanya, selisih antara harga keekonomian dan harga jual itu akan ditanggung sementara oleh Pertamina sendiri.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi penjelasan soal ini. Menurutnya, langkah itu bisa diambil karena kondisi likuiditas BUMN migas itu sedang terjaga.
“Sementara sepertinya (ditanggung) Pertamina. Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar. Yang kompensasi kan sekarang kita bayar setiap bulan, 70 persen terus-terusan,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu lalu.
Jadi, percepatan pembayaran kompensasi rutin dari pemerintah menjadi penopang. Alhasil, di tengah gejolak pasar global, harga di dalam negeri masih bisa dipertahankan.
Nah, buat Anda yang penasaran dengan daftar harganya hari ini, berikut rinciannya per wilayah. Perlu diingat, harga untuk jenis Pertalite dan Solar tampak seragam di banyak daerah.
Aceh dan Sumatera Utara
Pertalite: Rp10.000/liter, Pertamax: Rp12.600, Pertamax Turbo: Rp13.350, Dexlite: Rp14.500, Pertamina Dex: Rp14.800, Solar: Rp6.800.
Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp11.550, Dexlite: Rp13.250, Solar: Rp6.800.
Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.900, Pertamax Turbo: Rp13.650, Dexlite: Rp14.800, Pertamina Dex: Rp15.100, Solar: Rp6.800.
FTZ Batam
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp11.750, Pertamax Turbo: Rp12.400, Dexlite: Rp13.450, Pertamina Dex: Rp13.800, Solar: Rp6.800.
Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.600, Pertamax Turbo: Rp13.350, Dexlite: Rp14.500, Pertamina Dex: Rp14.800, Solar: Rp6.800.
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.300, Pertamax Turbo: Rp13.100, Pertamax Green 95: Rp12.900, Dexlite: Rp14.200, Pertamina Dex: Rp14.500, Solar: Rp6.800.
Bali, Nusa Tenggara Barat
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.300, Pertamax Turbo: Rp13.100, Dexlite: Rp14.200, Pertamina Dex: Rp14.500, Solar: Rp6.800.
Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Tengah, Timur
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.600, Pertamax Turbo: Rp13.300, Dexlite: Rp14.500, Pertamina Dex: Rp14.800, Solar: Rp6.800.
Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.900, Pertamax Turbo: Rp13.650, Dexlite: Rp14.800, Pertamina Dex: Rp15.100, Solar: Rp6.800.
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Tenggara, Selatan, Barat
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.600, Pertamax Turbo: Rp13.350, Dexlite: Rp14.500, Pertamina Dex: Rp14.800, Solar: Rp6.800.
Maluku, Maluku Utara
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.600, Dexlite: Rp14.500, Solar: Rp6.800.
Papua
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.600, Pertamax Turbo: Rp13.350, Dexlite: Rp14.500, Solar: Rp6.800.
Papua Barat, Papua Barat Daya
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.600, Dexlite: Rp14.500, Pertamina Dex: Rp14.800, Solar: Rp6.800.
Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan
Pertalite: Rp10.000, Pertamax: Rp12.600, Dexlite: Rp14.500, Solar: Rp6.800.
Begitulah situasinya. Harga bertahan, setidaknya untuk saat ini. Keputusan pemerintah dan kemampuan Pertamina menahan selisih harga memberi sedikit kelegaan di tengah kondisi ekonomi yang masih bergejolak.
Artikel Terkait
Produksi Minyak dan Gas Bumi PHE 2025 Turun Tipis Jadi 1,03 Juta BOEPD, Tertekan Penuaan Sumur
Jaksa Agung Terima Penghargaan Istimewa, Burhanuddin: Ini Bukan untuk Saya Pribadi
Unjuk Rasa di Depan Lapas Narkotika Gowa Ricuh, Delapan Orang Diamankan Termasuk Dua Pengedar Positif Narkoba
BGN Wajibkan Setiap Dapur MBG Layani Minimal 300 Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita per 2 Juni 2026