Hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto terus merosot hingga Juli 2026. Berdasarkan survei yang melibatkan 749 responden, hanya 51,1 persen yang menyatakan sangat atau cukup puas, sementara 46,9 persen mengaku kurang atau tidak puas, dan 2,1 persen lainnya memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Angka ini jauh berbeda dibandingkan November 2025, ketika kepuasan publik masih berada di kisaran 81,2 persen. Penurunan tajam tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi ekonomi, politik, hingga penegakan hukum yang dinilai publik belum membaik.
Menanggapi dinamika itu, Direktur Eksekutif Laboratorium Politik (Labpolhum) MHZ Centre, Muhammad Haris Zulkarnain, mendesak Presiden Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja jajaran Kabinet Merah Putih. Menurutnya, banyak menteri dan wakil menteri yang kinerjanya stagnan dan lebih banyak memunculkan kontroversi dibandingkan capaian nyata yang dirasakan masyarakat.
“Presiden perlu merombak jajaran kabinetnya akibat kerja dan kinerja dari menteri dan wakil menteri yang stagnan, lebih banyak kontroversi dan sorotan negatif dibanding capaian yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Yang paling terasa tentunya di sektor ekonomi, penegakan hukum, politik, hingga lingkungan. Hal ini perlu segera dilakukan untuk menjawab keraguan masyarakat dan memberikan dampak di kehidupan masyarakat,” kata Haris dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu malam, 2 Agustus 2026.
Ia menyarankan agar Presiden Prabowo mencari figur profesional, baik dari kalangan guru besar, pakar, praktisi, maupun teknokrat yang ahli di bidangnya masing-masing untuk mengisi jabatan menteri dan wakil menteri. Dengan begitu, kerja dan kinerja Kabinet Merah Putih bisa terdongkrak.
“Kalaupun masih mau ambil figur dari partai politik, pilihlah figur yang memiliki keahlian yang mumpuni di bidangnya. Apalagi dengan jumlah kabinet yang super-gemuk saat ini, tentu memerlukan operasional dan pembiayaan dari APBN yang cukup besar,” imbuhnya.
Haris menambahkan, Presiden Prabowo tidak perlu khawatir jika kinerja kabinetnya baik dan berdampak, karena respons publik pasti akan membaik. Di era digitalisasi saat ini, katanya, tidak sulit untuk memantau tingkat kepercayaan dan respons publik melalui interaksi di media sosial setiap harinya.
Artikel Terkait
Eks Intelijen Sebut Ada Skenario Gibran Gantikan Prabowo Lebih Cepat
Kunjungan PM Thailand ke Indonesia, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di 10 Ruas Jalan Jakarta
Dua Benteng Penyelamat Pemerintahan Prabowo dari Bayang-bayang Kejatuhan Soeharto
Pemerintah Siapkan Rangkaian Acara HUT ke-81 RI, dari Zikir Kebangsaan hingga Merdeka Run 8.1