Manchester United dan Leeds United akan mencatatkan sejarah baru saat bertemu dalam laga uji coba pramusim di Stadion Croke Park, Dublin, Republik Irlandia, Rabu (12/8/2026) pukul 19.30 waktu setempat. Ini menjadi pertama kalinya dua klub Inggris bertanding di arena berkapasitas 82.300 penonton yang selama ini identik dengan olahraga tradisional Irlandia.
Tiket pertandingan telah terjual habis, menandakan antusiasme besar publik Irlandia terhadap laga yang mempertemukan dua tim dengan basis penggemar kuat di negeri itu. Namun, di balik kemeriahan tersebut, tersimpan cerita panjang tentang hubungan stadion ini dengan sejarah nasionalisme Irlandia.
Gaelic Athletic Association (GAA) sempat melarang olahraga asing dimainkan di Croke Park. Larangan itu baru dilonggarkan sementara pada 2007 dan dipermanenkan tiga tahun kemudian. Direktur Komersial dan Stadion Croke Park, Peter McKenna, menjelaskan perubahan pandangan tersebut.
"Olahraga seperti rugbi dan sepak bola dulunya dianggap imperialistis atau bukan bagian dari kebudayaan asli kami," kata McKenna.
Kini, hubungan pengelola arena dengan asosiasi sepak bola dan rugbi setempat berjalan sangat baik. Seiring waktu, larangan penggunaan stadion untuk cabang olahraga lain tidak lagi diberlakukan.
"Untuk mempertahankan keanggotaan, memang pernah ada larangan tersebut. Segala hal berubah seiring waktu, orang-orang menjadi lebih dewasa dan fleksibel. Jadi aturan itu sudah tidak ada lagi, dan kami memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Asosiasi Sepak Bola Irlandia dan Persatuan Sepak Bola Rugbi Irlandia," ujarnya.
Mantan Presiden GAA periode 2003–2006, Sean Kelly, masih ingat betul respons sebagian pihak saat pembukaan akses arena bagi olahraga luar mulai diterapkan. Ia membagikan pengalamannya melalui media online lokal.
"Saya ingat salah satu dari mereka membawa poster sambil mengenakan jersi Celtic [yang bertuliskan]: 'Tidak ada olahraga asing di Croke Park.' Satu orang lainnya membawa jersi bertuliskan, Sean 'Yudas' Kelly," kata Kelly.
Kendati demikian, Kelly mengungkapkan bahwa mayoritas publik menerima keputusan tersebut. Hanya sebagian kecil yang masih menolak hingga hari ini. Ia pun menceritakan pertemuannya dengan dua orang yang lama tak dijumpainya pada Kongres tahun ini.
"Salah satu dari mereka menjabat tangan saya. Yang lainnya berkata: 'Saya tidak akan menjabat tanganmu, kamu mengizinkan orang Inggris masuk ke Croke Park.' Saya menjawab: 'Itu tidak masalah, terima kasih banyak,'" ujarnya.
Pengelola stadion menegaskan pentingnya melihat masa depan tanpa melupakan sejarah kelam, termasuk penyerangan militer Inggris pada November 1920 silam. McKenna menilai penolakan terhadap olahraga asing telah mengikis seiring waktu.
"Saya pikir penolakan itu telah mengikis," katanya.
Ia menyebut kunjungan mendiang Ratu Elizabeth II pada 2011 menjadi titik balik penting hubungan kedua bangsa. "Kita semua jauh lebih dewasa dengan identitas nasional kita sendiri," ujarnya.
Meski sejarah kelam tak boleh dilupakan, McKenna menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menghadirkan laga olahraga terbaik bagi publik Irlandia.
"Apa yang terjadi dalam perang bisa jadi sangat mengerikan dan Anda tidak boleh melupakan hal-hal itu, tetapi Anda tidak bisa terus hidup di dalamnya. Anda harus move on," katanya.
Kedatangan tokoh-tokoh penting, seperti Ratu Elizabeth, menjadi bukti kedewasaan hubungan antarbangsa. "Momen pentingnya adalah ketika Ratu Elizabeth mengunjungi stadion. Hal itu menunjukkan banyak hal tentang bagaimana bangsa kita jauh lebih nyaman, berjalan bergandengan tangan daripada dengan cara lainnya," ujarnya.
McKenna juga menyinggung peran besar stadion dalam narasi sejarah yang terus berkembang. "Kita semua adalah bagian dari narasi sejarah dan stadion besar seperti Croke Park memiliki cerita untuk disampaikan. Penting untuk memberi tahu orang-orang tentang hal itu, tetapi kita harus hidup di masa kini," katanya.
Kehadiran dua tim ternama ini dinilai menjadi momentum berharga bagi pencinta sepak bola di wilayah tersebut. "Secara historis kami tidak pernah mendatangkan dua tim Liga Primer di sini atau dua tim non-internasional," ujarnya.
McKenna mengapresiasi keberhasilan mendatangkan dua klub besar dengan basis pendukung yang sangat kuat di Irlandia. "Mendapatkan salah satu tim terbesar di dunia, Manchester United, untuk memecahkan rekor kami adalah hal yang fantastis, dan ada persaingan dengan Leeds, yang memiliki dukungan sangat besar," katanya.
Ia menutup keterangannya dengan menegaskan kualitas laga yang disajikan kepada para penggemar. "Anda tidak bisa mempertemukan dua tim yang lebih baik untuk sekadar mengatakan inilah yang bisa dilakukan," ujarnya.
Dari sisi teknis skuad, Manchester United menyertakan 22 pemain ke Dublin, termasuk Marcus Rashford, Kobbie Mainoo, dan Lisandro Martinez yang kembali setelah berlaga di Piala Dunia. Sementara itu, Matthijs de Ligt dipastikan absen karena pemulihan cedera punggung. Di kubu Leeds United, manajer Daniel Farke mengonfirmasi bek sayap Gabriel Gudmundsson absen selama tiga minggu akibat cedera hamstring.
Artikel Terkait
Siaran Langsung Manchester United vs Leeds United Hanya di Platform Digital
Paul Scholes Rekomendasikan MU Rekrut Cristian Romero
Rashford Kembali ke Manchester United dengan Nomor Punggung Baru
Rashford Kembali ke Skuad Utama Manchester United Usai Dipinjamkan ke Barcelona