NEC Nijmegen Andalkan Formasi Menyerang dan Dukungan Penuh untuk Hadapi Olympiakos

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 01:00 WIB
NEC Nijmegen Andalkan Formasi Menyerang dan Dukungan Penuh untuk Hadapi Olympiakos

NEC Nijmegen siap tampil habis-habisan pada leg kedua kualifikasi ketiga Liga Champions 2026. Menjamu Olympiakos di Goffertstadion, pelatih Dick Schreuder memasang formasi menyerang dan memastikan Philippe Sandler fit sebagai starter. Keputusan mengejutkan diambil dengan membangkucadangkan gelandang bertahan Jamiro Monteiro demi menjaga kebugaran.

Di lini tengah, Darko Nejasmic dan Noé Lebreton dipercaya mengisi posisi, sementara Tjaronn Chery dan Dusan Tadic menjadi kreator serangan di belakang striker Linssen. Rotasi ini mendapat tanggapan dari kapten tim, yang menilai dinamika skuad adalah hal wajar.

"Ya, pada akhirnya tentu kami memang tahu ada banyak ketertarikan terhadap Sano," kata Kapten NEC, Tjaronn Chery. Ia menambahkan bahwa seluruh pemain di ruang ganti memahami keputusan transfer tersebut demi kebaikan karier sang pemain.

"Kami tahu PSV sudah sangat dekat dengan kesepakatan, jadi pada akhirnya saya sepenuhnya memahami anak itu," kata Chery. Ia menegaskan bahwa tim memberikan dukungan penuh atas langkah yang diambil oleh rekannya.

"Besok dia akan pergi ke PSV untuk tes medis dan pada akhirnya dia tidak ingin mengambil risiko mengalami cedera malam ini. Kami semua sepenuhnya memahami itu," ujar Chery.

Di sisi lain, Chery juga memuji penampilan Jamiro Monteiro yang ditunjuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Sano pada laga sebelumnya. "Dia bermain sangat baik," nilai Chery. Ia meyakini kedalaman skuad NEC tetap terjaga meski harus kehilangan sejumlah pemain kunci. "Jadi kami juga telah mendatangkan kembali pemain-pemain bagus," ujar Chery.

Hasil imbang tanpa gol pada leg pertama menjadi modal penting bagi NEC untuk melangkah ke babak selanjutnya. "Saya pikir Anda bisa melihat bahwa kami punya tim yang sangat bagus," kata Chery. Chery percaya penuh pada kebijakan manajemen klub dalam menangani bursa transfer musim panas.

"Pelatih masih akan ingin menambah beberapa pemain dan pasti juga masih akan ada beberapa pemain yang pergi, tetapi pada akhirnya kami punya direksi yang bagus yang akan menangani itu. Jadi kami tidak khawatir soal itu," kata Chery.

Performa impresif gelandang muda Noé Lebreton pada pertemuan pertama turut mendapat pujian dari pengamat sepak bola Alex Pastoor. "Sano sekarang sudah pergi, tetapi kalau saya jadi Dick Schreuder, saya masih akan berpikir ulang. Sebab kalau orang-orang memperhatikan, mereka juga akan datang untuk menyaksikan Lebreton," ujar Alex Pastoor, Pengamat Sepak Bola.

Pastoor menilai Lebreton memiliki kombinasi ketahanan fisik dan teknik yang luar biasa saat menggalang lini tengah. "Dia bermain habis-habisan, itu luar biasa. Namun dia juga sangat piawai bermain sepak bola, dan keganasan itu, dipadukan dengan kreativitas dan ketajaman," ujar Alex Pastoor, Pengamat Sepak Bola. Ia menganggap kebiasaan mengambil risiko membuat gaya bermain Lebreton menonjol dibanding pemain lain.

"Coba sebutkan gelandang di timnas Belanda yang bisa melakukan itu. Yang ada itu lebih kepada mengoper dan memainkan permainan posisi, tetapi ini berbicara tentang sesuatu yang sangat berbeda. Yakni masuk ke dalam pertandingan sendiri dengan melakukan ini," ujar Alex Pastoor, Pengamat Sepak Bola. Kedisiplinan serta ketangguhan Lebreton dalam merebut bola juga menjadi aspek yang paling diapresiasi.

"Tetapi terutama saat pemain lain menguasai bola, dengan pisau di antara giginya, dan tanpa satu pelanggaran pun. Tidak sekali pun dia menarik kembali kepala atau kakinya. Itu membuat hati saya terbuka," ujar Alex Pastoor, Pengamat Sepak Bola.

Pemenang dari laga antara NEC dan Olympiakos ini dijadwalkan bakal bertanding menantang pemenang duel FK Bodø/Glimt melawan Union Sint-Gillis di babak play-off Liga Champions.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags