Herdman Hadapi Ujian Baru di FIFA ASEAN Cup 2026

- Senin, 10 Agustus 2026 | 17:01 WIB
Herdman Hadapi Ujian Baru di FIFA ASEAN Cup 2026

Setelah gagal di Piala AFF 2026, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kini menghadapi tantangan yang lebih besar: membawa Skuad Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi Herdman untuk memperbaiki kinerja tim yang sebelumnya hanya finis di posisi ketiga Grup A Piala AFF.

Pada Piala AFF 2026, Indonesia mengumpulkan tujuh poin dari dua kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Hasil itu membuat target juara yang dibebankan kepada Garuda harus berakhir lebih cepat. Kini, kesempatan untuk bangkit datang melalui FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2026.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa federasi akan mendukung target yang ditetapkan Herdman. "Ya alhamdulillah kan memang masing-masing pelatih punya targetnya masing-masing. Dan pasti PSSI, Kemenpora akan mendukung target yang dilakukan dari masing-masing pelatih kami," ujar Erick setelah mengikuti rapat koordinasi lintas lembaga di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat, Senin (10/8/2026).

Kesempatan Turunkan Skuad Terbaik

Salah satu faktor yang membuat PSSI optimistis adalah status FIFA ASEAN Cup 2026 yang masuk dalam periode FIFA Matchday. Dengan demikian, klub memiliki kewajiban melepas pemain yang dipanggil ke tim nasional. Situasi ini berbeda dengan Piala AFF 2026 yang tidak masuk kalender FIFA, sehingga Indonesia kehilangan sejumlah pemain penting karena klub tidak berkewajiban melepas mereka.

Kini, hampir seluruh pemain terbaik Indonesia berpeluang memperkuat Garuda. "Kalau kita melihat tadi, di FIFA ASEAN Cup memang dimasukkan menjadi agenda pada September dan Oktober 2026. Kalau melihat dari seperti ini, pasti semua pemain terbaik akan bisa bermain," kata Erick. Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meraih prestasi maksimal. "Kita harapkan tentu prestasinya bisa maksimal. Tapi tentu dinamika kita bisa lihat, apakah nanti amit-amit cedera, seperti apa, kita hal-hal ini yang tentu kita harus antisipasi," imbuhnya.

Dengan kalender FIFA Matchday, nama-nama seperti Calvin Verdonk dan Emil Audero diharapkan dapat memperkuat skuad. Kehadiran pemain-pemain yang berkarier di luar negeri akan menambah kedalaman tim. Jika semua pemain terbaik tersedia dan fit, Indonesia berpotensi tampil lebih kuat dibandingkan saat Piala AFF.

Herdman Tak Punya Banyak Alasan

Faktor ketersediaan pemain membuat FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian penting bagi Herdman. Pelatih berusia 51 tahun tersebut sebelumnya mengusung identitas permainan menyerang dan dominasi penguasaan bola. Namun, identitas itu belum mampu membawa hasil maksimal di Piala AFF. Indonesia tampil meyakinkan saat menghadapi Kamboja dan Timor Leste, tetapi kalah 0-3 dari Vietnam dan imbang 1-1 melawan Singapura, yang akhirnya membuat tim tersingkir.

FIFA ASEAN Cup menjadi kesempatan Herdman membuktikan bahwa kegagalan tersebut bukan gambaran sebenarnya dari kualitas tim. Apalagi, kali ini ia berpeluang mendapatkan pemain-pemain terbaik. Tuntutan pun menjadi lebih besar. Bukan lagi sekadar membangun chemistry atau menguji pemain. Targetnya adalah juara.

Indonesia Jadi Tuan Rumah

Tekanan terhadap Indonesia juga semakin besar karena Skuad Garuda akan bermain sebagai tuan rumah. Dua stadion telah disiapkan, yaitu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung. Erick Thohir mengatakan Presiden telah mengeluarkan Government Guarantee yang dikirimkan kepada FIFA. "Bapak Presiden sudah mengeluarkan surat Government Guarantee yang langsung dikirimkan kepada FIFA. Dan FIFA sendiri alhamdulillah sudah menjawab, bahwa kita menjadi tuan rumah," kata Erick.

Pemerintah pusat dan daerah telah menyiapkan sejumlah lokasi latihan. DKI Jakarta menyiapkan Lapangan Banteng, Lapangan Soemantri Brodjonegoro, serta Lapangan Latih JIS. Sementara Jawa Barat menyiapkan Stadion ITB, Lapangan Arcamanik, dan Stadion Sidolig. Dengan kesiapan tersebut, Indonesia memiliki keuntungan sebagai tuan rumah, termasuk dukungan suporter yang diharapkan menjadi energi tambahan.

Tantangan di Grup A

Indonesia tergabung di Grup A Divisi 1 bersama India, Malaysia, dan Singapura. Sementara Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina. Komposisi tersebut membuat Indonesia tetap harus berhati-hati. Malaysia dan Singapura bukan lawan asing, bahkan Indonesia baru saja menghadapi Singapura di Piala AFF. India juga memiliki karakter permainan yang berbeda dan dapat menjadi ujian tersendiri. Status tuan rumah tidak boleh membuat Indonesia terlena. Jika ingin menjadi juara, Garuda harus mampu melewati fase grup terlebih dahulu.

Saatnya Membayar Kegagalan

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan bagi Herdman untuk menjawab kritik setelah kegagalan di Piala AFF. Ia memiliki kesempatan bekerja dengan skuad yang lebih lengkap, keuntungan bermain di kandang sendiri, dan dukungan PSSI terhadap target juara. Tidak ada lagi ruang untuk mencari alasan. Jika seluruh pemain terbaik tersedia, ekspektasi publik akan meningkat.

Nama-nama seperti Calvin Verdonk hingga Emil Audero dapat memperkuat struktur tim, sementara pemain lain yang berkarier di luar negeri juga berpeluang kembali bergabung. Kini tantangannya berada di tangan Herdman. Ia harus mengubah kualitas individu menjadi kekuatan kolektif. Ia harus memastikan Indonesia tidak hanya mampu mendominasi penguasaan bola, tetapi juga efektif mencetak gol, disiplin bertahan, dan mampu mengendalikan pertandingan ketika berada dalam tekanan.

Kegagalan di Piala AFF harus menjadi pelajaran. FIFA ASEAN Cup menjadi panggung pembuktian. PSSI telah menyatakan dukungan. Skuad terbaik berpeluang tersedia. Indonesia menjadi tuan rumah. Maka targetnya pun jelas: John Herdman harus membawa Timnas Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags