Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad: Banyak Talenta di Makassar, Kuota Terbatas

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad: Banyak Talenta di Makassar, Kuota Terbatas

Audisi Umum PB Djarum di Makassar memasuki hari terakhir dengan kehadiran dua legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad. Mereka turun langsung menilai talenta-talenta muda yang berjuang merebut tiket menuju tahap selanjutnya.

Liliyana Natsir mengungkapkan bahwa proses seleksi di Makassar berlangsung ketat. Tim pencari bakat harus bekerja ekstra karena jumlah peserta yang bisa dipilih terbatas. "Cukup alot, karena kami memiliki kuota. Ada beberapa peserta yang sebenarnya ingin kami ambil, tetapi karena kuotanya terbatas, kami harus mencari yang terbaik dari yang terbaik," ujarnya.

Atlet yang akrab disapa Butet ini menambahkan, keputusan akhir tidak diambil sembarangan. Pelatih dan tim pencari bakat melakukan pertimbangan matang untuk memastikan peserta terpilih benar-benar memiliki potensi berkembang. Ia juga menilai Makassar menyimpan banyak potensi pebulutangkis muda. Kehadiran kembali audisi PB Djarum di kota ini setelah sekitar sepuluh tahun dianggap membuka peluang lebih besar bagi talenta Indonesia Timur.

Sebagai figur yang berasal dari Manado, Liliyana memahami betul pentingnya audisi di kawasan timur. "Kalau saya boleh berkomentar, karena saya juga berasal dari Indonesia Timur, tepatnya dari Manado, adanya audisi di Makassar tentu sangat mempermudah para peserta dari daerah timur," katanya. Dengan lokasi yang lebih dekat, peserta dari Manado, Palu, hingga Papua tidak perlu lagi mengeluarkan biaya dan tenaga besar untuk terbang ke Pulau Jawa. Beban orang tua pun bisa ditekan. "Selain lebih dekat, biaya yang dikeluarkan juga mungkin bisa lebih murah," tambahnya.

Potensi Indonesia Timur

Liliyana berharap pola audisi di luar Jawa terus dikembangkan. Jika tidak di Makassar, bisa digelar di daerah lain yang menjangkau lebih banyak wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, potensi pemain berbakat dari kawasan ini, khususnya sektor putri, cukup besar. Ia menyebut sejumlah nama generasi sebelumnya sebagai bukti. "Saya melihat, khususnya di sektor putri, Indonesia Timur juga memiliki cukup banyak pemain berbakat. Kalau melihat generasi-generasi sebelumnya, ada saya, ada Grecia, kemudian ada Diana Lomba dan beberapa pemain lainnya," tuturnya.

Sementara itu, Tontowi Ahmad menilai peserta putra di Makassar memiliki daya juang yang baik. Dari sisi teknik, kemampuannya beragam. "Saya melihat peserta audisi di Makassar, terutama yang putra, daya juangnya bagus-bagus. Untuk teknik, menurut saya ada yang sudah bagus dan ada juga yang masih perlu dikembangkan. Itu hal yang wajar," kata Tontowi. Ia mengaku turut memilih salah satu peserta asal Makassar yang dinilainya memiliki daya juang dan teknik cukup baik, termasuk langkah di lapangan. "Tinggal nanti ketika masuk karantina, bagaimana dia mengembangkan dirinya lebih jauh," imbuhnya.

Liliyana menambahkan, semakin banyak lokasi audisi, semakin ringan beban orang tua. Kemudahan ini juga bisa memotivasi orang tua mendukung anak-anak mereka. "Dengan adanya audisi di berbagai daerah, beban biaya orang tua bisa lebih ringan. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi motivasi bagi para orang tua untuk semakin semangat memberikan dukungan kepada anak-anak mereka agar bisa menjadi juara," ucapnya.

Secara umum, Tontowi menilai kualitas peserta di Makassar tidak jauh berbeda dengan peserta di Pekanbaru. Kedua daerah sama-sama memiliki peserta muda dengan potensi baik. Bagi yang belum terpilih, ia berpesan agar tetap semangat. "Untuk yang belum terpilih, tetap semangat dan terus berjuang. Mudah-mudahan ke depannya ada kesempatan lagi dan bisa terpilih," katanya.

Tontowi juga mengapresiasi penambahan lokasi audisi di luar Jawa sebagai bentuk dedikasi PB Djarum. "Kemarin kami sudah ke wilayah barat, ke Pekanbaru, Sumatra. Sekarang kami datang ke wilayah timur. Mungkin ini merupakan salah satu bentuk dedikasi PB Djarum untuk perkembangan bulu tangkis," ujarnya. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut di berbagai daerah, sehingga lebih banyak anak berbakat mendapat kesempatan dan orang tua tidak terlalu terbebani biaya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags