Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar memasuki hari kedua dengan persaingan yang semakin ketat. Dari 233 peserta yang mengikuti seleksi di GOR Dafest Makassar, Sulawesi Selatan, tersisa 136 atlet belia yang masih berjuang untuk merebut Super Tiket. Mereka datang dengan tekad kuat, termasuk sejumlah wajah lama yang pernah merasakan pahitnya kegagalan pada edisi sebelumnya.
Salah satunya adalah Kresensia Lembayung Ubung Mering, pebulu tangkis belia dari PB Champion Klaten yang kembali mencoba peruntungan di kategori KU 12 Putri. Ini adalah kali keempat dirinya mengikuti Audisi Umum PB Djarum, setelah tiga tahun beruntun mencoba di Kudus. Pada percobaan pertamanya tahun 2023, langkahnya terhenti di tahap screening. Setahun kemudian, ia berhasil meraih Super Tiket, tetapi gagal melaju dari tahap karantina. Tahun lalu, kondisi fisik yang kurang fit membuatnya kembali tersingkir di screening.
Kegagalan demi kegagalan tidak mematahkan semangat siswi kelas VII itu. Justru, ia menjadikannya bahan evaluasi. Untuk edisi kali ini, Ubung sengaja memilih Makassar karena menilai peluangnya lebih besar dibanding Kudus yang selalu dipadati peserta kuat. "Dari pengalaman tiga tahun terakhir, saya mencoba evaluasi kekurangan diri sendiri untuk diperbaiki, terutama daya ledak, daya juang, dan mental bertanding. Tahun ini saya memilih bersaing di Makassar karena peluang di KU 12 lebih terbuka untuk kembali melaju ke tahap karantina. Kalau di Kudus biasanya pesertanya jauh lebih banyak dan lawannya juga berat. Saya sangat ingin menjadi atlet PB Djarum untuk membuktikan bahwa saya bisa berprestasi, menjadi juara, dan membanggakan orangtua," ujarnya.
Semangat serupa ditunjukkan Kartika Madelynne Tambahani, atlet KU 11 asal Manguni Badminton Club Minahasa. Bagi Tika, sapaan akrabnya, Audisi Umum di Makassar adalah kesempatan kedua setelah tahun lalu langkahnya terhenti di fase turnamen saat tampil di Kudus. "Di Kudus 2025 sampai di tahap turnamen 64 besar. Tahun ini saya ikut Audisi Umum di Makassar karena lebih dekat dari tempat tinggal saya di Minahasa. Dari dua pertandingan terakhir, saya yakin punya peluang besar mendapatkan Super Tiket dan menjalani tahap karantina di Kudus," tuturnya.
Perjuangan Tika di Makassar sudah mengantarnya ke babak semifinal yang akan digelar Jumat (7/8). Pada perempat final, ia menang atas rekan satu klubnya, Leandra Early Helena Makarau, dengan skor 21-14, 21-10. Meski menang, Tika mengaku penampilannya belum maksimal. "Di pertandingan perempat final perasaan saya campur aduk karena harus melawan teman sendiri karena kami berasal dari klub yang sama. Meskipun berhasil menang, pelatih mengatakan penampilan saya belum maksimal karena terlalu banyak memberikan kesempatan lawan mendapatkan poin. Saya juga masih ada kekurangan lain seperti servis yang banyak keluar dan permainan netting yang masih sering nyangkut," katanya.
Pelatih Tunggal Putri PB Djarum, Ari Yuli Wahyu Hartanto, mengapresiasi semangat para atlet yang tetap kembali bersaing meski pernah gagal. "Kita bersyukur mereka masih mau kembali mengikuti Audisi Umum PB Djarum meskipun sempat mengalami kegagalan sebelumnya. Bisa jadi kegagalan yang sebelumnya karena belum memenuhi kriteria yang kami cari. Kami berharap mereka belajar dari pengalaman, berlatih lebih keras agar tujuan masuk ke PB Djarum bisa terwujud," ucapnya.
Wahyu yang juga memantau bakat peserta menilai kualitas teknik dasar 76 atlet putri pada audisi kali ini cukup baik. Menurutnya, atlet putri yang mampu menggabungkan teknik, fisik, dan karakter kuat cenderung punya potensi besar bersinar di masa mendatang. "Kalau untuk kriteria atlet putri, dasarnya tetap teknik pukulan, footwork, lalu daya juang. Menurut saya, atlet putri itu harus punya ketangguhan. Saya juga melihat dari sisi postur di Audisi Umum PB Djarum 2026 Makassar cukup banyak pemain yang memiliki postur bagus untuk menjadi pemain. Jadi kalau tekniknya bagus, fisiknya menunjang, lalu karakternya kuat, dia akan punya peluang lebih besar untuk berkembang ke depannya," tandasnya.