Arteta Puji Adaptasi Cepat Tzolis Usai Debut Manis di Laga Uji Coba

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 03:00 WIB
Arteta Puji Adaptasi Cepat Tzolis Usai Debut Manis di Laga Uji Coba

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan pujian kepada rekrutan anyar Christos Tzolis setelah pemain asal Yunani itu langsung mencetak gol dalam laga uji coba pramusim melawan Girona. Arsenal menang telak 4-1 dalam pertandingan yang digelar di Irlandia tersebut.

Tzolis, yang didatangkan dari Club Brugge dengan nilai transfer 34 juta poundsterling, diharapkan menjadi pengisi posisi sayap kiri yang ditinggalkan Leandro Trossard. Kehadirannya juga dianggap akan menambah persaingan dengan Gabriel Martinelli di skuad utama.

Selain mencetak gol pada laga debutnya, penyerang berusia 24 tahun itu juga mencatatkan hasil impresif dalam tes fisik pramusim. Ia memenangi tantangan lari jarak 1,4 kilometer, yang membuatnya mendapat julukan 'Leonidas' dari staf pelatih fisik Arsenal.

Arteta mengungkapkan kekagumannya terhadap proses adaptasi yang cepat dari pemain barunya tersebut.

"Saya sangat senang dengannya. Pertama-tama, cara dia beradaptasi dengan klub, dengan tim. Hubungan yang sudah dia bangun dengan para pemain. Saya pikir Anda akan menyukai pemain ini," kata Arteta.

Manajer asal Spanyol itu juga menyoroti karakteristik permainan Tzolis yang dinilainya mirip dengan mantan anak asuhnya, Leandro Trossard.

"Dia pemain yang sangat lugas. Dia fokus penuh pada gawang. Saya pikir dia sangat bagus dalam menghubungkan permainan. Dia memiliki banyak kemiripan dengan Leo dalam banyak hal yang bisa dia lakukan dan ruang yang bisa dia tempati," ujarnya.

Arteta menambahkan bahwa etos kerja dan motivasi tinggi yang dimiliki Tzolis menjadi nilai tambah bagi skuad.

"Dan kemudian etos kerja yang dia miliki. Dia anak yang datang dengan begitu banyak rasa lapar dan ingin membuktikannya. Ini adalah mimpi baginya dan kami di sini untuk membantunya," tuturnya.

Keyakinan dan Target Tzolis

Tzolis sendiri mengaku percaya diri dengan kemampuannya dan tidak memikirkan rumor transfer pemain lain di posisinya. Ia menegaskan komitmennya untuk segera beradaptasi dan memaksimalkan kesempatan yang ada.

"Tentu saja saya percaya diri sebagai pemain, jadi saya tidak memikirkan masa depan dan apa yang akan dilakukan klub di posisi ini," kata pemain bernomor punggung 17 itu.

"Saya berpikir bagaimana cara berkembang dan menetap secepat mungkin di klub karena saya memiliki kesempatan untuk berlatih langsung dengan tim sejak awal musim, bermain di laga persahabatan dan kemudian menuju laga resmi," tambahnya.

Ia meyakini performanya di lapangan akan membuktikan kualitas yang dimilikinya kepada jajaran pelatih dan pendukung.

"Jadi ini kesempatan untuk bermain langsung sejak awal - dan kemudian terserah saya untuk menunjukkan kualitas dan apa yang bisa saya berikan kepada tim. Saya cukup yakin akan menunjukkannya di laga-laga berikutnya," ujarnya.

Mengenai instruksi taktik dari Arteta, Tzolis menyebut sang manajer tidak memintanya mengubah gaya bermain dasar.

"Dia tidak ingin [saya] melakukan hal-hal secara berbeda dari yang saya lakukan di Club Brugge," katanya.

Ia menekankan pentingnya memberikan kerja keras penuh di setiap pertandingan untuk mendapatkan dukungan penggemar.

"Saya pikir [saya perlu] menjadi diri sendiri dan menunjukkan di lapangan semua semangat serta keinginan untuk menang. Karena saya sangat suka memenangkan pertandingan dan memberikan segalanya," ujarnya.

"Jika saya memberikan 100 persen untuk setiap pertandingan, setiap duel, siapa yang tidak menyukai ini? Itu hal terbaik bagi seorang pemain sepak bola dan Anda akan selalu mendapat dukungan dari para penggemar," tuturnya.

Soal hasil tes fisik yang menempatkannya di urutan terdepan, Tzolis mengaku hal itu tidak lepas dari persiapan matang yang ia lakukan.

"Tidak semua pemain ada di sini. Masih ada beberapa pemain yang harus menjalani tes, tentu saja. Namun sejauh ini saya yang pertama dalam tes kebugaran. Ini cukup berat," katanya.

"Saya memiliki keunggulan karena saya juga memulai pramusim bersama Brugge jadi saya sudah berlatih selama dua minggu dan saya selalu ingin menjaga diri tetap fit selama musim panas jadi saya siap. Saya datang ke sini dalam keadaan siap, tingkat kebugaran saya, dan saya senang bisa menunjukkannya di sini juga," jelasnya.

Tzolis juga menyebut mantan penyerang Timnas Spanyol, David Villa, sebagai salah satu acuan dalam gaya permainannya.

"Gaya tubuhnya mirip dengan saya. Kami bukan yang tertinggi sebagai penyerang tetapi dalam hal penyelesaian akhir, dia tingkat atas," katanya.

"Saya tidak mengatakan saya berada di level David Villa tetapi kami memiliki beberapa kemiripan. Dia bukan penyerang tengah murni. Dia adalah penyerang dalam - pemain yang beroperasi di kantong kiri yang selalu mengejar gol," jelasnya.

"Saya melihat diri saya seperti ini karena saya tidak selalu menjadi pemain sayap murni. Saya sering masuk ke dalam dan Villa, sebagai pemain sayap/penyerang dalam, berada di level teratas," tambahnya.

Dukungan Rekan Setim

Gelandang Arsenal, Kai Havertz, mengaku telah memantau bakat Tzolis sejak sang pemain membela Fortuna Dusseldorf pada musim 2023-2024. Havertz menuturkan kebiasaannya menyaksikan kompetisi di Jerman membuatnya mengetahui kualitas rekan barunya tersebut.

"Ya, sangat berpotensi dan sudah sangat bagus, Anda tahu," kata Havertz.

"Dan, maksud saya, terutama seperti Christos, dia bermain di Jerman," ujarnya.

"Saya suka menonton sepak bola Jerman, dan saya melihatnya bermain, dan dia tampil luar biasa di sana," tuturnya.

Havertz juga menyampaikan pendapatnya terkait proses adaptasi para pemain baru di dalam skuad Arsenal.

"Anda sudah melihat bahwa mereka berdua adalah orang-orang hebat, dan mereka sangat cocok dengan kelompok kami. Cukup jelas, kami mencoba membuat mereka merasa disambut," katanya.

"Namun Anda langsung melihat bahwa sangat mudah untuk masuk ke dalam kelompok pemain ini dan memiliki mereka berdua bersama kami, masih muda, tetapi sudah merupakan pemain berpengalaman, dan begitu banyak potensi jelas sangat menyenangkan," ujarnya.

Terkait kondisi fisiknya setelah berlaga di Piala Dunia bersama Jerman, Havertz menjelaskan penyesuaian yang dialaminya saat kembali berlatih.

"Saya pikir lebih mudah untuk kembali karena saya merasakannya sendiri. Meskipun saya libur [selama] tiga minggu, untuk kembali dan kemudian menyentuh bola lagi, Anda merasa seperti, 'Ya Tuhan, saya kehilangan semuanya!' pada beberapa hari pertama," tuturnya.

"Namun kemudian setelah itu semuanya kembali dan saya pikir dalam tiga minggu Anda tidak kehilangan begitu banyak, Anda tahu, tentu saja Anda butuh sedikit penyegaran. Namun ketika Anda libur enam, tujuh minggu, saya pikir itu jauh lebih sulit," katanya.

Havertz menutup dengan menjelaskan kesiapan seluruh anggota skuad menghadapi kompetisi mendatang.

"Namun saya merasa baik. Dan saya pikir juga para pemain yang memiliki libur lebih panjang, Anda tahu, mereka berlatih sendiri dengan pelatih dan seperti fisioterapis mereka dan hal-hal seperti itu," ujarnya.

"Jadi saya pikir semua orang cukup baik. Namun tentu saja, kami masih membutuhkan banyak kerja keras, dan kami memiliki musim besar di depan kami," tuturnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags