Juventus dikabarkan tengah menjajaki peluang untuk memboyong penyerang Manchester United, Joshua Zirkzee, dengan skema pinjaman. Langkah ini muncul di tengah persaingan ketat antara Manchester United dan Liverpool yang sama-sama mengincar winger Juventus, Francesco Conceicao, pada bursa transfer musim panas 2026.
Klub asal Turin itu menjadikan Zirkzee sebagai prioritas utama untuk memperkuat lini depan, meski sebelumnya mereka telah mendatangkan Randal Kolo Muani dan Kerim Alajbegovic. Direktur Sepak Bola Juventus, Frederic Massara, dikabarkan sudah lama mengagumi penyerang asal Belanda tersebut sejak masih bertugas di AS Roma.
Menurut laporan Sky Sport Italia dan La Gazzetta dello Sport, Juventus menginginkan skema peminjaman dengan opsi pembelian yang tidak wajib, demi menyesuaikan kondisi finansial klub. Zirkzee sendiri dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip dengan Juventus, mengingat menit bermainnya yang terbatas di bawah asuhan manajer MU, Michael Carrick.
Meski demikian, Sky Sports News melaporkan bahwa belum ada kontak resmi antara pihak Juventus dan Manchester United terkait transfer pemain yang dibeli seharga 36,5 juta poundsterling dari Bologna pada 2024 tersebut.
Sementara itu, Manchester United dan Liverpool dilaporkan telah mendekati Juventus untuk menanyakan ketersediaan Francesco Conceicao. Winger Portugal berusia 23 tahun itu diproyeksikan Carrick sebagai pelapis sekaligus pesaing Bryan Mbeumo di sektor sayap.
Liverpool ikut meramaikan perburuan Conceicao setelah target utamanya, Yann Diomande dari RB Leipzig, memilih bergabung dengan Real Madrid. Harga transfer Conceicao diperkirakan tidak melebihi 50 juta poundsterling, dan manajemen Juventus tidak akan menghalangi kepindahan sang pemain jika kesepakatan harga tercapai.
Artikel Terkait
Gol Zhegrova Bawa Juventus Kalahkan Chelsea di Laga Uji Coba Hong Kong
MU Buka Peluang Pinjamkan Zirkzee ke Juventus, Opsi Penjualan Permanen Masih Menggantung
Babak Pertama Imbang, Chelsea dan Juventus Masih Sama Kuat
Chelsea dan Juventus Saling Uji di Laga Pramusim Hong Kong